Regional
Dikepung Sesar Aktif, Warga Jawa Barat Diminta Waspada
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Warga yang tinggal di Jawa Barat diimbau agar lebih waspada terhadap potensi terjadinya gempa bumi dan tsunami, sebab wilayah ini dikepung sesar aktif.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah II Bandung, Hendro Nugroho ST MSi, Jumat (19/2/2021).
“Hampir semua pantai selatan Jawa Barat mempunya potensi diterjang tsunami sangat tinggi, karena berhadapan langsung dengan subduksi,” kata Hendro.
Adapun wilayah yang berhadapan langsung dengan subduksi yaitu mulai dari Pantai Pelabuhan Ratu, Pantai Selatan Cianjur, Pantai selatan Garut, Pantai selatan Tasikmalaya hingga Pangandaran.
Baca juga: Baru Juga Surut, Ribuan Rumah di Karawang Kembali Diterjang Banjir
Selain itu, kata Hendro, wilayah yang dilalui sesar aktif juga mempunyai tingkat kegempaan yang sangat tinggi, diantaranya:
1. Sesar Cimandiri
Wilayah yang dilalui Sesar Cimandiri ini meliputi Palabuhanratu, Sukabumi, Cianjur hingga Padalarang
2. Sesar Cipamingpis
Wilayah yang dilalui Sesar Cipamingpis adalah bagian timur wilayah Sukabumi dan wilayah barat Cianjur
3. Sesar Lembang
Daerah Cimahi, Lembang dan Kota Bandung adalah wilayah yang dilalui Sesar Lembang ini.
4. Sesar Garsela
Hanya satu wilayah yang dilalui oleh Sesar Garsela ini yaitu Kabupaten Garut dan sekitarnya.
5. Sesar Baribis
Untuk sesar aktif terakhir yaitu Sesar Baribis ini meliputi Majalengka, Kuningan, Subang Selatan, Purwakarta
Sebagai informasi, berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), kondisi seismisitas atau kegempaan di Jawa Barat sejak tanggal 1-23 Januari 2021, terekam sebanyak 79 gempa yang terjadi.
Dari sebanyak 79 gempa tersebut, ada 4 gempa yang dirasakan guncangannya cukup kuat oleh warga sekitar yakni di Banten, Sukabumi, Garuts serta Tasikmalaya.
Baca juga: Banjir di Sejumlah Wilayah DKI dan Bekasi, Ketinggian Sampai 1,5 Meter
Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di lingkungan tempat tinggalnya.
Hal ini dikarenakan salah satu upaya mitigasi sesungguhnya adalah dengan memahami cuaca dan lingkungan tempat kita tinggal.
Sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi atau pun gempa bumi yang dapat datang sewaktu-waktu. (*)
Sumber: TribunJabar.id


You may like

Dari LASKAR Farm, Irfan Hakim Mengajarkan Arti Kasih Sayang kepada Sesama Makhluk Hidup

PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang

LISHERA BAKERY KENCANA MILIK ADI JALALUDIN ZUHRI HADIRKAN ROTI LEMBUT HARGA SAHABAT DI KARAWANG

Alfamart dan Cussons Baby Kembali Berkolaborasi melalui Alfamart Sahabat Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak di Juli

PGN SOR II Area Karawang Dukung Pertumbuhan UMKM Karawang melalui Pemanfaatan Gas Bumi

Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, Fasilkom Unsika Gandeng Brits Hotel Karawang Melalui Program Magang
Pos-pos Terbaru
- Dari LASKAR Farm, Irfan Hakim Mengajarkan Arti Kasih Sayang kepada Sesama Makhluk Hidup
- PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang
- LISHERA BAKERY KENCANA MILIK ADI JALALUDIN ZUHRI HADIRKAN ROTI LEMBUT HARGA SAHABAT DI KARAWANG
- Alfamart dan Cussons Baby Kembali Berkolaborasi melalui Alfamart Sahabat Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak di Juli
- PGN SOR II Area Karawang Dukung Pertumbuhan UMKM Karawang melalui Pemanfaatan Gas Bumi






