Regional
Dadang ‘Buaya’ Kembali Berulah, Bacok 2 Warga Garut, Kini Ditangkap Polisi
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
Dadang Sumarna (51) alias Dadang “Buaya”, preman asal Garut, Jawa Barat bersama temannya Yusuf menyerahkan diri ke Bhabinkamtibmas di wilayah Polsek Pameungpeuk, Garut, Selasa (25/4/2023). Dadang dan Yusuf diketahui melakukan pembacokan dua warga Garut.
Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, dari pemeriksaan terhadap Dadang dan rekannya, pembacokan bermula saat Dadang bersama Yusuf berpapasan dengan dua korban di jalan raya, Selasa (25/4/2023).
Kedua korban tiba-tiba menegur Dadang dengan kata-kata kasar agar kedua pelaku tidak kebut-kebutan saat mengendarai mobil.
“Ditegur jangan kencang-kencang, kemudian setoplah saudara Dadang ini dengan saudara Yusuf. Kemudian saudara Yusuf mengejar dan melakukan pemukulan terhadap dua orang korban,” ujar Rio, di Mapolres Garut, Kamis (27/4/2023).
Melihat Yusuf melakukan pemukulan, Dadang kemudian ikut turun dari mobilnya dan menghampiri korban.
Dadang kemudian melakukan pembacokan menggunakan golok kecil terhadap kedua korban.
“Korban terluka di kepala dengan luka yang cukup parah (juga) di tangan,” ungkapnya.
Penganiayaan yang berujung pembacokan itu dilakukan saat Dadang Buaya dalam masa pembebasan bersyarat. Ia dan temannya terancam hukuman tambahan.
“Kami kenakan sesuai Pasal 170 dan atau Pasal 351, jadi dua ya, Ancaman maksimalnya 7 tahun dan ditambah seperempat hukuman, karena yg bersangkutan masih menjalani pembebasan bersyarat,” ujarnya.
Jauh sebelum menganiaya dan membacok dua orang hingga terkapar luka berat, Dadang Buaya pernah memimpin belasan teman-temannya menyerang markas tentara dan kantor polisi di Pameungpeuk pada 2021. Selain menganiaya warga karena persoalan sepele, saat itu Dadang Buaya sampai mengajak aparat melakukan duel.
Berbagai perbuatan Dadang Buaya yang nekat dan meresahkan membuat nyali sebagian orang di selatan Garut langsung ciut begitu mendengar namanya. (*)
Sumber: Berbagai sumber


You may like

Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon untuk Selamatkan Habitat Elang Jawa

Kompak! Kades hingga Linmas di Amansari Karawang Gotong Royong Bangun Rumah Warga yang Nyaris Roboh

Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional

Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga

District East dan BNET Jalin Kemitraan Strategis untuk Membangun Ekosistem Smart and Green Living di Karawang
Pos-pos Terbaru
- Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon untuk Selamatkan Habitat Elang Jawa
- Kompak! Kades hingga Linmas di Amansari Karawang Gotong Royong Bangun Rumah Warga yang Nyaris Roboh
- Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan
- Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional
- Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga






