Regional
Cemerlang Lestari Ciptakan Lingkungan Aman dan Berdaya untuk Anak dan Perempuan Karawang
Published
22 detik agoon
By
Redaksi
KARAWANG — Pada Rabu pagi akhir Juli lalu, suasana di Ballroom Brits Hotel Karawang tampak lebih semarak dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WIB, satu per satu peserta mulai memenuhi ruangan, membawa semangat dan kepedulian yang sama terhadap upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berdaya bagi perempuan dan anak.
Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari Satgas Karawang Berseri, Kelompok PEKA (Pahlawan Ekonomi Keluarga dan Alam), Relawan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) Kabupaten Karawang, Duta GenRe, Purnama Subang, hingga kalangan akademisi Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Turut hadir pula perwakilan Pemerintah Kabupaten Karawang, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar perspektif, pengalaman, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendampingi perempuan dan anak menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sosial. Semangat itu terangkum dalam talkshow bertajuk “Bersama Cemerlang Lestari: Mendampingi Perempuan dan Anak Menuju Kehidupan yang Lebih Aman, Sehat, dan Berdaya.”
Kegiatan yang digelar Pertamina EP Tambun Field ini bukan sekadar pertemuan rutin. Acara tersebut menjadi panggung diseminasi pengetahuan sekaligus momen penting peringatan Hari Anak, guna meretas berbagai tantangan mendasar yang masih membayangi perempuan—seperti ketimpangan ekonomi, resiko kekerasan berbasis gender, hingga minimnya edukasi kesehatan reproduksi yang ramah lingkungan.
Senior Manager Pertamina EP Tambun Field, Totok Parafianto, dengan hangat mengingatkan seluruh hadirin bahwa jalan menuju lingkungan yang bebas kekerasan bukanlah perjalanan yang bisa ditempuh sendirian. Menurutnya, penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan tangan-tangan yang saling bergandengan dari seluruh lapisan masyarakat.
“Melakukan penanganan kekerasan tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, karena menciptakan ruang yang aman bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak, merupakan tanggung jawab kita bersama. Tidak hanya bagaimana kita merespons ketika kekerasan terjadi, tetapi juga bagaimana kita membangun lingkungan yang mampu mencegah, melindungi, dan memberikan pendampingan secara berkelanjutan,” tegas Totok.
Langkah ini diwujudkan Pertamina EP Tambun Field melalui Program Cemerlang Lestari (Cerdas, Mandiri, Laki-laki, Perempuan dan Anak Sehat Terlindungi untuk Lingkungan Lestari). Program ini merupakan evolusi dan keberlanjutan dari program Karawang Berseri —sebuah inisiatif penanganan kekerasan berbasis masyarakat yang telah melahirkan Satgas Karawang Berseri sejak 2019 di Kelurahan Karawang Kulon.
Sesi talkshow yang dipandu oleh Miranda Syevira, Managing Director Omah Cipta, berlangsung mengalir namun sarat makna. Wazirul Luthfi, Head of Communication Relations & CID Pertamina EP Zona 7, menitipkan pesan emosional yang menyentuh nurani para hadirin. “Satu pesan yang ingin saya titipkan adalah jangan biarkan satu pun perempuan dan anak berjuang sendirian dalam ketakutan. Kekerasan tumbuh subur bukan hanya karena adanya pelaku, tapi karena kepedulian yang bungkam. Keberanian kita untuk tidak diam, sekecil apa pun itu, bisa jadi satu-satunya harapan yang menyalakan kembali masa depan mereka,” tutur Wazirul.
Pandangan tersebut diamini oleh Kepala UPTD PPA DP3A Kabupaten Karawang, Karina Nur Regina, S.Psi. Karina menekankan betapa krusialnya peran orang dewasa untuk mau duduk dan sungguh-sungguh mendengarkan anak, terlebih di momentum Hari Anak ini. Menurutnya, di balik diamnya seorang anak sering kali tersimpan ketakutan luar biasa.
Diskusi semakin kaya saat Ketua Satgas PPKPT UNSIKA, Dr. Nelly Martini, SE., M.M., membagikan pengalaman di lapangan mengenai dinamika pendampingan kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus maupun masyarakat umum.
Tak hanya berfokus pada ranah fisik, perlindungan di era modern kini merambah ke dunia maya. Dr. Leili Gustini, S.Sos., M.Si. dari Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) memaparkan bahaya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang kian marak. “Dalam menggunakan internet, perlu kehati-hatian. Perlu menyaring apa yang akan kita unggah dan apa yang akan kita unduh. Dengan selalu waspada dan cakap menggunakan alat digital, teknologi akan sangat bermanfaat bagi kita,” ujar Leili sembari membagikan tips proteksi siber sederhana.
Isu keberlanjutan lingkungan dan kesehatan reproduksi kemudian menjadi sorotan utama saat Westiani Agustin, Founder Biyung Indonesia, naik ke panggung. Ia menyoroti besarnya timbulan sampah residu dari pembalut sekali pakai dan menawarkan solusi konkrit berupa pembalut kain yang ramah lingkungan sekaligus aman bagi tubuh.
Puncak acara ditandai dengan dua momen penting yang mempertegas kemandirian ekonomi masyarakat binaan. Pertamina EP bersama Kelompok PEKA secara resmi meluncurkan Pekapads, sebuah produk pembalut kain ramah lingkungan hasil karya tangan ibu-ibu anggota Kelompok PEKA. Inovasi ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan mampu menjawab dua tantangan sekaligus: ekonomi keluarga dan kelestarian alam.
Selain itu, diluncurkan pula Buku “Desa Bebas Kekerasan Perempuan dan Anak, Semakin Sehat, Ramah Lingkungan dan Mandiri”, sebuah rekam jejak dan panduan praktis (best practice) dari perjalanan Program Cemerlang Lestari. Buku dan modul tersebut kemudian diserahkan secara simbolis kepada Satgas Karawang Berseri dan Relawan SAPA Kabupaten Karawang.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Melalui sinergi multipihak ini, Program Cemerlang Lestari tidak hanya menanamkan harapan, tetapi juga memantik aksi nyata agar tidak ada lagi perempuan dan anak di Karawang yang berjuang dalam kesendirian.(rls)


You may like

Engkus Kusnadi, dari Disabilitas ke This Ability

Perempuan Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Sawah, Polisi Lakukan Pemeriksaan

Delonix Hotel Karawang Ajak Rayakan Kemerdekaan dengan “Wellness Staycation” yang Lebih Bermakna

Jambore Nasional, Wabup Maslani Lepas 56 Anggota Pramuka

4 Tahun Berjuang di Indonesia, Mahasiswi Asal Yaman Lulus dari Unsika: Hatur Nuhun Indonesia

Kasus KPR BTN Diusut Kejari, PT BAS Jamin Hak 1.200 Konsumen Tetap Aman
Pos-pos Terbaru
- Cemerlang Lestari Ciptakan Lingkungan Aman dan Berdaya untuk Anak dan Perempuan Karawang
- Engkus Kusnadi, dari Disabilitas ke This Ability
- Perempuan Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Sawah, Polisi Lakukan Pemeriksaan
- Delonix Hotel Karawang Ajak Rayakan Kemerdekaan dengan “Wellness Staycation” yang Lebih Bermakna
- Jambore Nasional, Wabup Maslani Lepas 56 Anggota Pramuka






