Nasional
Cegah Peredaran Narkoba, Mendes Dukung Desa Bersinar
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendorong desa untuk ikut serta mencegah peredaran narkoba. Sebab tren penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia terus meningkat.
Dia menegaskan semua pihak memiliki tanggung jawab dalam pencegahan peredaran narkoba, termasuk pemerintahan desa.
“Bersih dari narkoba itu mutlak harus dilakukan oleh kita semua. Termasuk oleh desa,” ujar Abdul di Pendopo Cianjur, Selasa (23/3/2021), seperti dikutip dari Detikcom.
Abdul menjelaskan Cianjur sudah menjadikan sejumlah desa sebagai percontohan pelaksanaan program Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Rencananya program serupa diterapkan di seluruh desa di Indonesia.
“Cianjur program Desa Bersinar ini jadi skala prioritas. Ini akan jadi percontohan juga untuk 74 ribu desa di Indonesia. Sehingga desa punya daya tahan dan daya tangkal untuk peredaran narkoba,” kata Abdul.
Menurut dia, pemerintah desa bisa memanfaatkan dana desa untuk program pencegahan peredaran narkoba.
“Dana desa itu bisa digunakan untuk berbagai program. Di antaranya untuk yang bersifat strategis seperti program desa bersih narkoba,” tutur Abdul.
Sementara, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Pemprov akan melibatkan ulama untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, peningkatan keimanan akan menjadi pencegahan utama agar warga Jawa Barat tidak menyalahgunakan narkoba.
“Mereka yang tidak menggunakan narkoba pemahaman dan keimanannya kuat. Makanya ulama sangat berperan, untuk meningkatkan keimanan sehingga penyalahgunaan bisa dicegah,” kata dia.
Uu mengatakan para ulama akan diminta untuk sosialisasi bahayanya penyalahgunaan narkoba. “Termasuk haramnya penggunaan narkoba,” ucap Uu.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menempatkan Jawa Barat di urutan pertama terbanyak pengguna narkoba di Indonesia. Pemprov Jabar pun akan merangkul ulama untuk menekan penyalahgunaan narkoba.
“Kita nomor satu, paling banyak pengguna (narkoba). Melihat jumlah penduduk,” ujar Kepala BNN Jawa Barat Sufyan Syarif di Pendopo Cianjur, Selasa (23/3/2021).
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba sudah terjadi saat di usia SMP. Rata-rata usia sekolah tersebut menyalahgunakan obat-obatan terlarang.
“Makanya kita tangkap pengedar obat juga, karena efeknya sama dengan narkoba (sabu dan ganja),” kata Sufyan.
Untuk peredaran, menurut Syarif, Jawa Barat menjadi ‘penumpu’ DKI Jakarta. Kebocoran masih banyak terjadi. Karena itu, pihaknya meningkatkan pengawasan di jalur distribusi, mulai dari bandara, pelabuhan, hingga jalan tol.
“Dalam pencegahannya kita juga perlu keterlibatan semua pihak. Agar penyalahgunaan bisa ditekan,” ujar Sufyan. (*)
Sumber: Detikcom

You may like

Mendes PDTT Perjuangkan Dana Desa Naik Menjadi Rp 5 Miliar

Polres Karawang Bentuk Kampung Bebas dari Narkoba, Ajak Warga Ikut Berperan Aktif

PKK dan BNN Jabar Perkuat Kolaborasi Sosialisasikan Gerakan Anti Narkoba

BNN Tangkap 8 WN Iran di Samudra Hindia, Bawa 309 Bungkus Sabu

BNN Musnahkan Ladang Ganja Siap Panen Seluas 2 Hektare di Aceh

Tolak Legalisasi Ganja, Kepala BNN: Lebih Baik Selamatkan Generasi Muda
Pos-pos Terbaru
- Penutupan Pesantren Kilat di Masjid Nurul Huda—Rawabagi, Ketua DPRD Karawang Santuni Yatim dan Dhuafa
- “Meledak”! Ribuan Massa Tumpah Ruah di Depan Rumdin Wali Kota Saksikan Final Ramadhan Run 2026
- Bulog dan Polri Gelar Pasar Murah di Karawang dan Bekasi, Stabilkan Harga Pangan
- Tingginya Penyerapan Awal Musim Tanam di Karawang, Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Tetap Terpenuhi
- Layanan Hotline Mudik 2026 Polda Jabar Siap Bantu Pemudik







