Gaya Hidup
Begini Cara Mengatasi Keringat Berlebihan di Ketiak
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Berkeringat merupakan fungsi tubuh yang normal dan penting dimiliki setiap manusia. Dokter kulit dari Texas Health Presbyterian Hospital Dallas, Erickson menjelaskan berkeringat merupakan cara alami tubuh mengatur suhu.
“Ketika suhu Anda naik di atas 37 derajat celcius, tubuh Anda mencoba menurunkannya kembali dengan melepaskan keringat dari kelenjar. Begitu keringat mengenai permukaan kulit dan mulai menguap, Anda akan merasa lebih sejuk dan nyaman,” jelasnya, dikutip dari CNNIndonesia.com.
Setiap orang memiliki kadar berkeringat yang berbeda. Ahli bedah toraks dari Program Hyperhidrosis Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, Osita Onugha mengatakan orang yang lebih bugar biasanya berkeringat lebih cepat.
“Beberapa orang berkeringat lebih banyak daripada yang lain, seperti beberapa orang yang berlari lebih cepat daripada yang lain,” tuturnya.
Ada pula orang yang lebih mudah berkeringat, tapi bukan berarti memiliki tubuh yang sehat. Misalnya umum terjadi pada orang dengan kelebihan berat badan, peminum alkohol, dan perokok.
Namun, pada beberapa kasus, seseorang bisa saja mengeluarkan keringat dalam kondisi yang asing di mata orang awam. Misalnya ketika seseorang terus berkeringat di cuaca yang dingin.
Kondisi ini bisa menunjukkan seseorang memiliki hiperhidrosis (keringat berlebihan) atau bahkan kelainan genetik berupa sindrom keringat dingin. Tapi bisa pula terjadi ketika seseorang tengah gugup atau stres.
Kondisi hiperhidrosis ditandai ketika seseorang terus berkeringat tanpa alasan yang jelas –di suhu yang dingin, tidak dalam keadaan cemas atau stres, tidak sedang sakit, dan lain-lain.
Berikut langkah yang bisa Anda coba jika sering berkeringat di ketiak dan ingin mengatasinya:
Pakai Antiperspiran
Deodoran hanya berfungsi menutupi bau keringat. Untuk mencegah keringat datang, pakai produk yang mengandung antiperspiran.
Garam aluminium dalam antipersepiran dapat menyumbat saluran keringat, sehingga keringat tidak dalam dikeluarkan.
Konsumsi Obat
Antikolinergik merupakan obat oral yang paling umum diberikan kepada pasien dengan masalah keringat berlebihan. Obat tersebut mencegah molekul kimia yang bertugas memicu keringat mencapai kelenjar keringat.
Namun ketika menggunakan obat ini, efeknya akan terasa di seluruh tubuh. Sehingga pasien dapat merasakan mulut kering, sembelit, dan lain-lain.
Botox
Bukan hanya untuk meremajakan penampilan, botox ternyata juga bisa digunakan untuk menahan produksi keringat.
Ketika disuntikkan ke ketiak, bahan kimia pada botox akan merangsang keringat dan mengurangi keringat berlebih hingga enam bulan.
Operasi
Pada kasus hiperhidrosis yang parah, opsi pembedahan juga bisa menjadi pilihan untuk meminimalisir produksi keringat.
Operasi dilakukan dengan mengangkat kelenjar keringat atau memotong syaraf yang menyebabkan keringat berlebihan. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com


Pos-pos Terbaru
- Polres Karawang Raih Juara II Lomba Manajemen Media Ketahanan Pangan Polda Jabar, Kapolres Terima Penghargaan Langsung dari Kapolda Jabar
- Sharp Optimistis Dongkrak Penjualan Lewat Ragam Promo di Jakarta Fair 2026
- PGN Karawang Hadirkan GasKita Sauyunan, Perkuat Edukasi Gas Bumi, Catat Meter Mandiri, dan Perluas Pelanggan Rumah Tangga
- Direktur Operasional Bulog Tegaskan Tanggung Jawab Penuh Atasi Hama di Gudang Beras Karawang
- Truk Trailer Oleng Tabrak Dua Truk Lain di Tol Jakarta-Cikampek KM 46 Karawang

