Nasional
Angka Kecelakaan Lalin di Jabar Meningkat, Didominasi Pelajar dan Mahasiswa
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Trend kecelakaan lalulintas di Jawa Barat terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan angka kecelakaan tersebut, karena masih banyak masyarakat terutama kalangan pelajar dan mahasiswa yang kurang memahami cara berkendara yang aman.
Berdasarkan data, korban kecelakaan paling banyak berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa hingga mencapai 24,81 persen. Sedangkan pengusaha dan wiraswasta 24,74 persen, karyawan swasta hampir 20 persen, buruh sekitar 10 persen, dan ibu rumah tangga 12 persen.
Pada 2022, jumlah korban yang mendapat santunan kecelakaan sebanyak 13.454 orang dengan jumlah santunan Rp350 miliar.
“Tentu hal ini sangat disayangkan karena kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan menjadi ujung tombak pembangunan di masa akan datang. Ini harus kita minimalisir dengan cara edukasi,” kata Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja, Munadi Herlambang dalam keterangan persnya, Jumat (7/4/2023).
Untuk meminimalisir terjadinya korban kecelakaan dikalangan pelajar dan mahasiswa ini, dikatakan Munadi PT Jasa Raharja bersama dengan Korlantas Polri terus melakukan sosialisasi baik dikalangan kampus hingga pondok pesantren.
“Khusus untuk kalangan ponpes kami memiliki program Trimandara (Santri Aman Berkendara) adalah bentuk dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Empat (TPB 4) yaitu Pendidikan Berkualitas, dimana dalam program ini santri akan dibekali edukasi Tertib Berlalu Lintas,” tambah Munadi.
PT Jasa Raharja bersama Korlantas Polri kali ini memilih Pondok Pesantren Internasional Assyifa Wal-Mahmudiyyah di Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan.
“Sebagai salah satu ponpes terbesar di Jawa Barat diharapkan edukasi ini bisa ditularkan kalangan santri kepada rekan mereka yang ada di daerah masing-masing,” jelas Munadi.
Jasa Raharja Jawa Barat mendata, pada 2018 jumlah korban kecelakaan yang mendapat santunan sebanyak 11.012 orang dengan nilai total santunan sebesar Rp 285 miliar. Kemudian pada 2019, jumlah korban meningkat hingga 11.768 orang, sementara nilai santunannya mencapai Rp 316 miliar.
Sementara itu wilayah Sumedang juga mengalami peningkatan pada tahun 2022 dibanding tahun 2021. Jumlah santunan yang disalurkan PT Jasaraharja pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 6,04 miliar untuk 257 korban. Sedangkan pada tahun 2022 jumlah santunan yang disalurkan mencapai Rp 7,49 miliar untuk 290 korban.
Pada 2020 terjadi penurunan kasus kecelakaan dari tahun sebelumnya yaitu 10.946 orang dengan nilai santunan Rp 288 miliar. Lalu pada 2021 meningkat jadi 10.961 orang dan nilai santunan total Rp 304 miliar. (*)

You may like

Truk Tiba-tiba Mundur, Balita di Karawang Tewas Terlindas

Dua Minibus Ringsek Usai Ditabrak Truk Tronton di Gerbang Exit Tol Karawang Barat 2

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Karawang Capai 1.250 Kejadian, Tertinggi Kedua se-Jabar

Agar Pengendara Hati-hati, Polres Karawang Resmikan Monumen Keselamatan

Kecelakaan Maut di Interchange Karawang, Satu Pengendara Motor Tewas di Tempat

199 Kecelakaan Terjadi pada Saat Idul Fitri, 41 Orang Meninggal Dunia
Pos-pos Terbaru
- PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang
- Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B
- Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat
- Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger
- Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS







