Connect with us

Regional

Ancaman Jebolnya Tanggul Irigasi di Rengadengklok Utara Terkesan Diabaikan

Published

on

KARAWANG – Para petani Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang kecewa atas belum adanya tindakan rusaknya tanggul irigasi yang kondisinya semakin parah dan dikhawatir kan akan jebol.

Sikap kepala Seksi PJT 11 dan Pengamat wilayah Rengasdengklok yang juga terkesan tutup mata atas pengaduan dari petani menambah kesal para petani yang sawahnya terancam gagal tanam.

“Iya memang benar bahwa kondisi Tanggul Sungai Irigasi diwilayah Cikangkung, dekat pemancingan sudah rusak parah apalagi dihantam derasnya dari pelimpasan air irigasi. Anehnya kami dan para petani sudah datang berkali kali. Mendatangi Kantor Dinas PJT 11 Rengasdengklok untuk melapor kan kondisi Tanggul sampai saat ini belum juga ada tanggapan,” seperti diungkapkan Asmat (50) Warga Rengasdengklok yang juga selaku Ketua KTNA.

Padahal, kata Asmat dalam kurun waktu hampir sebulan, banyak bibit padi yang ditanam mati akibat terendam oleh air perlimpasan dari Sungai Irigasi. Dengan adanya tinggi pengiriman air Irigasi akan membuat tanggul tidak kuat menahan air. Oleh karena itu, sekarang para petani yang dikhawatirkan tanggul tersebut jebol.

“Seandainya musibah itu terjadi akan menggenangi ratusan hektar sawah. Harapan saya kepada Pemerintah agar supaya bertindak cepat untuk segera memperbaiki tanggul. Kasihan para petani yang sedang mulai menanam padi jangan sampai gagal. Coba turun kelapangan untuk melihat kondisi Tanggul yang sudah amburadul. Jangan dikantor saja duduk manis makan gajih buta. Masih untung petani mau juga memperbaiki tanggul yang rusak,” kesalnya.

Terpisah, Kades Desa Rengasdengklok Utara, Nana Suryana membenarkan, jika air dari sungai irigasi sudah limpas ke area persawahan. Namun sayang walaupun sering lapor ke Kantor Dinas PJT 11 Rengasdengklok tidak ada tanggapan.

“Padahal tidak perlu berlebihan pengiriman air kewilayah hilir seperti Batujaya Pakis. Diwilayah bawah sertinya tidak terlalu membutuh kan air. Akibatnya diwilayah Kecamatan Batujaya air luapan dari Sungai Irigasi sampai kejalan raya. Seperti ada dugaan dipusat pengatur debet air tidak ada yang mengontrol,” katanya.

“Katanya sekarang prioritas pekerjaan untuk ketahanan pangan yang didahulukan. Dimana mana pekerjaan penurapan sedang berjalan dengan lancar. Apa bedanya pekerjaan untuk penurapan Tanggul Sungai Irigasi. Demi untuk menyelamat kan para petani. Sekali lagi harapan saya, coba kepala Dinas PJT 11 Rengasdengklok turun langsung kelokasi. Melihat kondisi Tanggul betul atau tidak sudah rusak. Untuk meyakin kan jangan diam ongkang ongkang dikantor saja,” pungkasnya. (ded)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement