Connect with us

Regional

PT Pindo Deli 2 Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Kimia di Karawang: Dipicu Kaporit Terkena Air Hujan

Published

on

KARAWANG – PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills akhirnya memberikan keterangan resmi terkait insiden dugaan paparan bahan kimia yang menyebabkan puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami gangguan kesehatan pada Kamis (29/10/2026).

Pihak perusahaan mengonfirmasi bahwa insiden yang terjadi di area pabrik Pindo Deli 2 tersebut berasal dari produk kaporit jenis Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) yang mengalami dekomposisi setelah terkena air hujan.

Head Sustainability PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, Mei Yudi Pransuri, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula saat area pabrik tengah mempersiapkan pengiriman produk kaporit kepada pelanggan pada Kamis pagi.

“Persiapan pengiriman dilakukan pada sif sebelumnya. Produk yang akan dikirim dipisahkan dan ditempatkan di dekat area pra-pemuatan atau pre-loading,” ujar Mei Yudi dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, material tersebut sebenarnya sudah ditutup rapat menggunakan terpal dan diletakkan di atas palet kayu. Namun, hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut membuat air hujan tetap mengenai sebagian produk kaporit hingga memicu reaksi kimia.

Berdasarkan kronologi resmi perusahaan, petugas gudang kaporit pertama kali melaporkan munculnya asap dan bau menyengat pada pukul 04.52 WIB. Tiga menit kemudian, tim pemadam kebakaran internal bersama tim pendukung tiba di lokasi untuk melakukan lokalisasi area.

Sebagai langkah penanggulangan awal, tim menyemprotkan air ke arah sebaran gas guna menekan penyebaran bau di udara. Sementara itu, sumber asap ditangani secara manual menggunakan metode penimbunan pasir untuk menghentikan proses dekomposisi produk.

Puluhan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Dampak dari reaksi kimia tersebut langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar pabrik. Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, sebanyak 40 warga dilaporkan mengalami gejala keracunan gas seperti mual, pusing, mata dan hidung perih, hingga sesak napas.

Dari total korban terdampak, 15 warga mendapatkan penanganan medis di klinik terdekat, sementara 25 orang lainnya harus dilarikan dan dirawat intensif di RS Rosela Karawang.

Sejumlah warga Desa Kutamekar mengaku sempat melihat kabut tebal dibarengi bau menyengat yang menusuk hidung hingga masuk ke dalam rumah. Salah satu warga, Rohmana, membeberkan bahwa ibunya terpaksa dievakuasi ke RS Rosela karena mengalami sesak napas berat dan tubuh yang terus gemetar setelah menghirup udara tersebut.

Menyikapi dampak sosial ini, manajemen PT Pindo Deli menegaskan telah berkoordinasi aktif dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah setempat. Perusahaan berkomitmen penuh untuk mengawal penanganan medis bagi seluruh warga yang terdampak sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku.(red)