Regional
Dikepung Sesar Aktif, Warga Jawa Barat Diminta Waspada
Published
6 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Warga yang tinggal di Jawa Barat diimbau agar lebih waspada terhadap potensi terjadinya gempa bumi dan tsunami, sebab wilayah ini dikepung sesar aktif.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah II Bandung, Hendro Nugroho ST MSi, Jumat (19/2/2021).
“Hampir semua pantai selatan Jawa Barat mempunya potensi diterjang tsunami sangat tinggi, karena berhadapan langsung dengan subduksi,” kata Hendro.
Adapun wilayah yang berhadapan langsung dengan subduksi yaitu mulai dari Pantai Pelabuhan Ratu, Pantai Selatan Cianjur, Pantai selatan Garut, Pantai selatan Tasikmalaya hingga Pangandaran.
Baca juga: Baru Juga Surut, Ribuan Rumah di Karawang Kembali Diterjang Banjir
Selain itu, kata Hendro, wilayah yang dilalui sesar aktif juga mempunyai tingkat kegempaan yang sangat tinggi, diantaranya:
1. Sesar Cimandiri
Wilayah yang dilalui Sesar Cimandiri ini meliputi Palabuhanratu, Sukabumi, Cianjur hingga Padalarang
2. Sesar Cipamingpis
Wilayah yang dilalui Sesar Cipamingpis adalah bagian timur wilayah Sukabumi dan wilayah barat Cianjur
3. Sesar Lembang
Daerah Cimahi, Lembang dan Kota Bandung adalah wilayah yang dilalui Sesar Lembang ini.
4. Sesar Garsela
Hanya satu wilayah yang dilalui oleh Sesar Garsela ini yaitu Kabupaten Garut dan sekitarnya.
5. Sesar Baribis
Untuk sesar aktif terakhir yaitu Sesar Baribis ini meliputi Majalengka, Kuningan, Subang Selatan, Purwakarta
Sebagai informasi, berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), kondisi seismisitas atau kegempaan di Jawa Barat sejak tanggal 1-23 Januari 2021, terekam sebanyak 79 gempa yang terjadi.
Dari sebanyak 79 gempa tersebut, ada 4 gempa yang dirasakan guncangannya cukup kuat oleh warga sekitar yakni di Banten, Sukabumi, Garuts serta Tasikmalaya.
Baca juga: Banjir di Sejumlah Wilayah DKI dan Bekasi, Ketinggian Sampai 1,5 Meter
Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di lingkungan tempat tinggalnya.
Hal ini dikarenakan salah satu upaya mitigasi sesungguhnya adalah dengan memahami cuaca dan lingkungan tempat kita tinggal.
Sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi atau pun gempa bumi yang dapat datang sewaktu-waktu. (*)
Sumber: TribunJabar.id


You may like

Kantongi Skor Nyaris Sempurna, Kalapas Karawang Apresiasi Dukungan Masyarakat dalam Survei Pelayanan Publik

Bukan Kaleng-Kaleng! 1 Kg Sabu hingga 80 Ribu Obat Keras Diungkap Polresta Karawang Periode Juli – Agustus

Polresta Karawang Bersama TNI dan BPBD Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Jelang Pilkades Serentak, 21 Desa Rampungkan Temuan LHP Akhir Masa Jabatan Kades

Tingkatkan Sinergi P4GN, BNNK Karawang Audiensi ke Lapas Karawang

Imigrasi Karawang Gandeng Enam Desa, Teken Kerjasama Cegah Perdagangan Orang
Pos-pos Terbaru
- Resmi Dilantik! Pordibya Sumsel Siap Lahirkan Generasi Juara dan Jadi “Rumah Bersama” Para Atlet
- Kantongi Skor Nyaris Sempurna, Kalapas Karawang Apresiasi Dukungan Masyarakat dalam Survei Pelayanan Publik
- Reskrim Polresta Karawang Bekuk Dua Begal Sadis, Terlibat Aksinya di 12 TKP Pematang Sawah
- Bukan Kaleng-Kaleng! 1 Kg Sabu hingga 80 Ribu Obat Keras Diungkap Polresta Karawang Periode Juli – Agustus
- Polresta Karawang Bersama TNI dan BPBD Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan





