Regional
PVMBG Minta Lokasi Pergerakan Tanah di Bojongkoneng Bogor Dikosongkan
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan pergerakan tanah di Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berpotensi merobohkan hingga menelan bangunan.
“Ancaman pergeseran tanah di Bojongkoneng bukan hanya bangunan roboh, tapi bisa jeblos ke dalam. Dan itu membahayakan,” kata Peneliti Bumi Madya pada PVMBG, Agus Budianto dilansir Pojoksatu.id, Selasa (27/9/2022).
Menurutnya, bencana pergerakan tanah di Bojongkoneng yang sempat merusak beberapa bangunan dan jalan desa pada Rabu (14/9/2022) itu diakibatkan longsor tipe rayapan tanah.
“Kami melihat ada fondasi dari batuan tanah yang bergerak dan kami menemukan ada lapisan lempung di situ. Nah lapisan lempung itulah yang merupakan bidang gelincir yang ada di sana,” jelasnya.
Agus menjelaskan ketika vegetasi di wilayah Bojongkoneng hilang maka air hujan dengan intensitas deras dapat membuat permukaan tanah menjadi jenuh.
“Air bergerak dengan mudah dan membawa lapisan tanah di bawahnya yang didasari lapisan lempung,” ungkap dia.
Ia mengimbau masyarakat terdampak pergerakan tanah di Bojongkoneng agar menghindari zona-zona tanah yang sudah mengalami retakan, karena ancamannya bukan hanya membuat bangunan roboh, tetapi juga membuat ambles tanah.
Berdasarkan hasil pengamatan yang lakukan, kedalaman amblesan berbeda di masing-masing lokasi. Kedalaman amblesan sekitar satu meter di pinggiran. Ada juga yang ambles mencapai kedalaman 1,5 meter.
“Kalau kami lihat di jalan itu kan bervariasi. Ada setengah meter tapi retaknya masif dan itu membahayakan. Dalamnya merupakan kawasan lembah cekungan, zona aliran air yang berarah utara selatan,” tuturnya.
Sementara, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan pergerakan tanah di Bojongkoneng mengakibatkan 278 keluarga atau 1.020 jiwa terdampak.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor per Selasa (20/9/2022) pukul 10.20 WIB, ada 246 unit rumah terdampak. Sebanyak sembilan unit rumah mengalami rusak berat dan 73 unit rumah rusak sedang.
Selain itu, satu unit fasilitas pendidikan dan musala juga terdampak pergeseran tanah di Bojongkoneng. Kemudian, ruas jalan Kampung Curug sepanjang 1 kilometer juga mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dilewati semua jenis kendaraan. (*)
Sumber: Pojoksatu.id


You may like

Polresta Karawang Hadiri Apel Besar Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393

Disdikbud Karawang Pacu Pemerataan Akses Pendidikan Lewat Pembangunan Tiga SMP Baru

Polresta Karawang Gelar Sertijab Kapolsek Jajaran, Kombes Pol Mario Prahatinto Tegaskan Penguatan Pelayanan Publik

Pastikan Wilayah Penyangga Ibu Kota Kondusif, Kapolresta Karawang Bersama Karo Ops Polda Jabar Pimpin Pengamanan Suporter Bola

Polresta Karawang Imbau Suporter Persib Tak Berangkat ke Jakarta, Minta Nonton di Rumah atau Lokasi Nobar

Polresta Karawang Perkuat Keselamatan Ojol Kamtibmas Lewat Safety Riding dan PPGD
Pos-pos Terbaru
- Polresta Karawang Hadiri Apel Besar Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393
- Peringati Hari Jadi Karawang ke-393, Disdikbud Dorong Inovasi Daerah
- Disdikbud Karawang Pacu Pemerataan Akses Pendidikan Lewat Pembangunan Tiga SMP Baru
- Polresta Karawang Gelar Sertijab Kapolsek Jajaran, Kombes Pol Mario Prahatinto Tegaskan Penguatan Pelayanan Publik
- Pastikan Wilayah Penyangga Ibu Kota Kondusif, Kapolresta Karawang Bersama Karo Ops Polda Jabar Pimpin Pengamanan Suporter Bola





