Regional
Warga Unjuk Rasa di Depan Kantor Pemkab Karawang Tuntut Ganti Rugi Layak Pembangunan Tol Japek 2
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Citaman Bersatu berunjuk rasa terkait pembebasan lahan untuk Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II di depan Gedung Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). Mereka menuntut ganti rugi yang sesuai atas lahan mereka.
Dalam aksinya, massa mendirikan tenda dan memajangkan poster berisi tuntan.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Sidik Somantri menuturkan unjuk rasa ini merupakan bentuk kekecawaan atas harga yang tidak sesuai ditawarkan oleh pihak Tol Japek 2.
“Kami dari 61 Kepala Keluarga (KK), dengan 80 bidang tanah yang masih bertahan, tidak menginginkan harga tanah kami ditawar murah dengan nilai dari 150 ribu, hingga 600 ribu per meter, karena harga pasaran saat ini itu bisa sekitar Rp 500 ribu per meter sampai 1,5 juta per meter itu dekat dengan jalan,” kata Sidik di depan kantor Pemkab Karawang, Rabu (15/9/2021).
Menurut pantauan, jumlah massa aksi yang datang berjumlah 160 orang, yang mayoritas ibu-ibu, dan juga anak-anak. Mereka berasal dari Dusun Citaman, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan.
“Ada 61 KK yang masih tidak mau menerima tawaran harga dari pihak Tol Japek 2 sisi selatan ini,” ungkapnya.
Atih (46), salah satu warga yang ikut aksi, mengakui sudah sejak tahun 2019 mengetahui rencana pembangunan Tol Japek 2, dan hingga saat bidang tanahnya ditawar, ia masih tetap bertahan karena diakui tidak sesuai dengan harga dipasaran.
“Mana bisa bangun rumah lagi, kalau tanah saya hanya dihargai 200 ribu per meter, padahal harga pasaran itu sudah sampai 500 ribu per meter,” katanya.
Atih mengatakan, ada sekitar 3 bidang yang ditawar oleh pihak Tol Japek 2, dengan masing bidang dihargai murah.
“Jadi saya ada 3 bidang, rumah, warung, sama kandang sapi, itu semua hanya ditawar 200 ribu,” terangnya.
Lanjutnya, selama 2019 hingga saat ini, ia sudah diundang oleh pihak kelurahan, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Sudah 3 kali diundang, tapi saya belum mau bersepakat, dan banyak juga warga lain sama tidak mau dihargai murah,” tandasnya. (*)

You may like

Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta

Kalapas Ajak Warga Binaan Berikhtiar Memperbaiki Diri melalui Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian

Kantor Hukum Cakra Buana Dorong Sosialisasi Masif UU Lalu Lintas untuk Pelajar Usai Insiden Maut di Karawang

Laskar Farm Lapas Karawang Unjuk Gigi, Kirim Sapi Unggulan ke Kontes Piala Presiden 2026

Gelar Rakor Timpora di Cilamaya Wetan, Imigrasi Karawang Perkuat Peran Desa Awasi Orang Asing

Dian Fahrud Jaman Perkuat Militansi Kader NasDem Karawang Hadapi Pemilu 2029
1 Comment
Leave a Reply
Batalkan balasan
Leave a Reply
Pos-pos Terbaru
- Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta
- Kalapas Ajak Warga Binaan Berikhtiar Memperbaiki Diri melalui Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian
- Kantor Hukum Cakra Buana Dorong Sosialisasi Masif UU Lalu Lintas untuk Pelajar Usai Insiden Maut di Karawang
- Laskar Farm Lapas Karawang Unjuk Gigi, Kirim Sapi Unggulan ke Kontes Piala Presiden 2026
- Gelar Rakor Timpora di Cilamaya Wetan, Imigrasi Karawang Perkuat Peran Desa Awasi Orang Asing







gralion torile
11 Agustus 2022 at 08:21
Wow! Thank you! I constantly needed to write on my blog something like that. Can I implement a fragment of your post to my website?