Regional
Terapkan Konsep Ekonomi Sirkular, Pemprov Jabar Dorong Kelola Sampah Berbasis Digital
Published
6 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Sebagai upaya untuk menerapkan konsep ekonomi sirkular, Pemprov Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan sampah berbasis digital.
Guna mewujudkan komitmen tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Octopus sebagai mitra dalam pengelolaan sampah, terutama sampah botol plastik.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat menyempurnakan ekonomi sirkular di Jawa Barat sekaligus membiasakan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah.
“Kelola Sampah Berbasis Digital Menuju Jabar Juara” resmi diluncurkan Gubernur Jawa Barat dalam Jabar Punya Informasi (JAPRI) di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021) lalu.
“Melalui kegiatan memilah dan memilih sampah kita dapat penghasilan sekaligus menyelamatkan lingkungan,” ucap Ridwan Kamil.
Menurut Ridwan Kamil, ekonomi sirkular lebih dari sekadar pengelolaan sampah karena mencakup keseluruhan proses produksi, distribusi, dan konsumsi dari hulu hingga hilir rantai pasok sehingga akan banyak pihak yang akan terlibat dalam ekonomi sirkular.
“Hal ini yang membuat saya terharu, karena bisa menyejahterakan pelestari lingkungan sampai ada tadi yang pendapatannya mencapai Rp6 sampai Rp10 juta,” ungkapnya.
Ridwan Kamil menyatakan, adanya kolaborasi dengan Octopus, menjadi langkah awal untuk menyempurnakan pengelolaan sampah berbasis digital di Jawa Barat.
“Octopus sendiri memiliki teknologi canggih berupa aplikasi. Di mana sampah bisa kembali menjadi barang berguna secara 100% dan teknologi canggihnya sudah ada di Padalarang, Bandung Barat,” tuturnya.
“Hal ini yang membuat saya terharu, karena bisa menyejahterakan pelestari lingkungan sampai ada tadi yang pendapatannya mencapai Rp6 sampai Rp10 juta,” ungkapnya.
Ridwan Kamil menyatakan, adanya kolaborasi dengan Octopus, menjadi langkah awal untuk menyempurnakan pengelolaan sampah berbasis digital di Jawa Barat.
“Octopus sendiri memiliki teknologi canggih berupa aplikasi. Di mana sampah bisa kembali menjadi barang berguna secara 100% dan teknologi canggihnya sudah ada di Padalarang, Bandung Barat,” tuturnya.
“Kelebihan Octopus ini menyederhanakan proses. Sangat mudah masyarakat hanya tinggal download aplikasinya terus nanti seperti order online, pelestari atau pemulungnya ini yang akan datang ke rumah untuk mengambil sampahnya dan melakukan bid,” tuturnya.
Ridwan Kamil berharap pengelolaan sampah berbasis aplikasi digital ini diterapkan juga di 27 Kabupaten/Kota se-Jabar, dan dalam waktu enam bulan bisa sempurna di seluruh daerah se-Jabar sehingga 2022 menjadi tahun kebangkitan pelestari lingkungan yang luar biasa
“Saya ucapkan terima kasih. Di sini ada Hamish Daud selaku Co-Founder Octopus. Karena ini kerja kolaborasi sehingga membantu existing system yang sudah lumayan bagus gerakannya menjadi lebih sempurna,” ucapnya. (*)
Sumber: Pikiran-rakyat.com
You may like

Bupati : CSR Perusahaan Karawang Capai Rp 58 Miliar

Karawang Raih CNN Indonesia Award 2026

Tiga Pelajar Terluka dalam Insiden di Jembatan Layang Cikampek, Polsek Cikampek Lakukan Penyelidikan

Cemburu Buta, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar hingga Tewas di Kontrakan

Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa

Lewat Pasporia, Imigrasi Karawang Buka Layanan Paspor di Akhir Pekan
Pos-pos Terbaru
- Bupati : CSR Perusahaan Karawang Capai Rp 58 Miliar
- Karawang Raih CNN Indonesia Award 2026
- Tiga Pelajar Terluka dalam Insiden di Jembatan Layang Cikampek, Polsek Cikampek Lakukan Penyelidikan
- Cemburu Buta, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar hingga Tewas di Kontrakan
- Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa







