Regional
Warga Minta Tanggung Jawab Pengembang Terkait Persoalan Saluran Air
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Warga Perumahan Taman Bengle Indah (TBI), Dusun Krajan 2, Desa Bengle, Majalaya mendesak kepada pemerintah daerah untuk meminta pengembang perumahan TBI untuk menyelesaikan persoalan saluran air yang mengakibatkan perumahan tersebut terkena dampak paling parah.
Salah seorang warga TBI, Wahid mengaku kesal dengan tidak adanya niat baik dari pengembang dalam menyelesaikan persoalan saluran air yang kini berdampak ke perumahan TBI.
“Kondisi sekarang air sudah menggenangi jalan utama, bahkan gang 4 sudah terendam, sedangkan gang 3, 2 dan 1 sudah Masuk melalui saluran pembuangan,” kata Wahid pada Infoka, Sabtu, (26/3).
Lanjut Wahid, warga kerapkali melakukan aksi protes baik secara lisan maupun tertulis bahkan mendatangi kantor pemasaran, namun tidak ada upaya nyata dari pihak pengembang.
“Kami sudah beberapa kali protes, tapi tidak ada tanggapan dari pengembang. Makanya warga minta agar pemerintah yang menegor pengembang,” kata Wahid, Senin (3/2/2020).
Ia mengaku, salah satu keinginan yang diminta warga adalah pihak pengembang bisa duduk bareng tanpa ada perwakilan guna mencari solusi agar permasalahan saluran bisa ada titik temu.
“Info sementara hanya pengembang perum TBI saja yang sangat sulit buat bisa duduk bersama, kami ga mau diwakilkan karena ini menyangkut nasib banyak warga,” terangnya.
Kadus Krajan 2, Tarman mengaku dilema menghadapi keluhan warga. Satu sisi warga kerapkali mengeluh atas persoalan saluran air yang mengakibatkan banjir, sementara keluhan warga ini tidak mendapatkan tanggapan dari pihak pengembang.
“Kami pernah mengupayakan agar dua belah pihak bertemu. Tapi memang belum terelaisasi saja,” katanya.
Diakui Tarman selama ini belum ada titik temu antara keinginan warga terhadap pengembang. Apalagi setiap kali akan difasilitasi pertemuan untuk musyawarah, pihak pengembang selalu tidak hadir.
“Saya juga tidak tahu maunya apa itu pengembang,” tegasnya.
Untuk diketahui saat ini guna menghentikan aliran air yan mengalir ke perum TBI dan sudah memasuki lahan warga pribumi, pihak perwakilan pengembang TBI menutup saluran air yang melewati perumahan TBI. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir limpasan air lebih besar lagi. (adv)

You may like

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Satukan Forkopimda dalam Olahraga Bersama dan Bagikan Hadiah Umrah

Imigrasi Karawang Gelar Patroli, Ingatkan Penjamin Kooperatif Laporkan Aktivitas dan Keberadaan WNA

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa

Menikmati Sisi Tenang Karawang Melalui Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Delonix Hotel Karawang

Peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah, Pemkab Karawang Bakal Santuni 1.000 Anak Yatim

Tak Cukup Perbaikan Teknis, Komnas PA Jabar Desak Investigasi Dugaan Pengubahan Password SPMB
Pos-pos Terbaru
- SP2MI Bersinergi dengan Kementerian Sosial Untuk Tingkatkan Keterampilan dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Kesetaraan/PKBM di Indonesia
- Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Satukan Forkopimda dalam Olahraga Bersama dan Bagikan Hadiah Umrah
- Imigrasi Karawang Gelar Patroli, Ingatkan Penjamin Kooperatif Laporkan Aktivitas dan Keberadaan WNA
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa
- Kasus Penganiayaan Junaidi alias Ajun, Massa Demo di Kejari Palembang: Tuntut Pasal Berlapis & Pendalaman Bukti







