Regional
Tinjau Banjir Rob Pesisir Utara Karawang, Komisi III DPRD Meminta Keseriusan Pemerintah Daerah
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Menindaklanjuti laporan informasi yang beredar di Media Sosial (Medsos) terkait Banjir Rob, rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Karawang turun langsung meninjau ke wilayah Pesisir Utara Karawang, Kamis (2/6/2022).
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin mengatakan, bahwa di Karawang itu terdapat sembilan kecamatan yang masuk ke wilayah pesisir pantai, dengan panjang 84 Kilometer mulai dari Pakis Jaya hingga Cilamaya Wetan. Namun untuk di wilayah Sedari, Cemara Jaya, Sungai Buntu dan Pusaka Jaya Utara, nyaris habis akibat abrasi pantai.
“Kita pahami bahwa ini adalah bulan-bulan dimana titik bulan dan matahari dekat, sehingga berpotensi banjir rob. Jadi, Bulan Mei dan Juni itu biasanya air laut pasang,” ujar HES sapaan akrab politisi asal Partai Gerindra Karawang tersebut kepada Infoka, Kamis (2/6/2022).
HES menambahkan, pihaknya berharap ada keseriusan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, untuk melakukan langkah konkret kolaboratif. Mengingat kekuatan APBD tingkat II (Kabupaten) kemungkinan hanya mampu secara maksimal, diangka Rp 30 sampai Rp 40 Miliar. Dan mungkin APBD tingkat I (Provinsi) paling maksimal diangka Rp 100 Miliar.
“Nah, lebih diutamakan bagaimana melakukan pola kolaboratif, memohon bantuan Kementrian PUPR Pusat, untuk membantu membuat tanggul-tanggul penahan ombak. Tadi kami tinjau langsung, memang masih banyak PR-PR (Pekerjaan Rumah.Red),” ungkapnya.

Masih HES menambahkan, termasuk seperti di wilayah pesisir Cemara Jaya, sudah dibuatkan tanggul penahan ombak oleh pihak Pertamina sepanjang 400 Meter. Namun, Pemerintah Daerah sempat berjanji menyelesaikan sisa sepanjang 250 Meter dengan menggunakan APBD II di tahun anggaran 2022.
“Kita akan jadwalkan rapat komisi III, menanyakan langsung kepada Dinas terkait, dalam hal ini PUPR, apakah tindakan ini (Pembuatan Tanggul Penahan Ombak.Red) akan dilakukan pada bulan berapa? Karena nyaris setiap tahun, air laut naik hingga ke perkampungan,” jelasnya.
Sambung masih HES menambahkan, termasuk di Dusun Pisangan, Desa Cemara Jaya pun pihaknya khawatir, jika 5 hingga 10 tahun kedepan, Dusun tersebut akan hilang dan hanya tinggal cerita. Terlebih, infrastruktur jalan saat ini sudah banyak retak-retak, pantai mulai abrasi dan banjir rob sudah sampai melalui permukaan jalan. Sebelum semua habis tinggal cerita, tentu harus segera melakukan langkah konkrit.
“Memang kalau berbicara Jawa Barat, ada beberapa Kabupaten, seperti Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon, itu juga upaya bagaimana Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelesaikan PR-PR Pantai Utara, kaitan abrasi dan banjir rob yang sering terjadi di pesisir pantai” pungkasnya. (cho)


You may like

Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional

Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga

District East dan BNET Jalin Kemitraan Strategis untuk Membangun Ekosistem Smart and Green Living di Karawang

Kapolres Karawang Hadiri Haul ke-4 Hj. Dadah Hamidah, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama

Imigrasi Karawang Gelar Layanan Pasporia di Akhir Pekan, Urus Paspor Cuma 15 Menit!
Pos-pos Terbaru
- Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan
- Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional
- Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga
- District East dan BNET Jalin Kemitraan Strategis untuk Membangun Ekosistem Smart and Green Living di Karawang
- Kapolres Karawang Hadiri Haul ke-4 Hj. Dadah Hamidah, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama






