Regional
Terungkap Sosok Ratu Adil dan Imam Mahdi yang Gegerkan Karawang
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
Muspika Ciampel Temukan Gambar-gambar Kerajaan Ratu Adil Imam Mahdi
INFOKA.ID – Viral video seorang pria dan dua wanita yang mengaku menjadi Ratu Adil Imam Mahdi Ratu Sunda dan sudah hadir di wilayah Kutatandingan, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Keduanya ternyata pelaku merupakan warga Purwakarta.
Diketahui, lokasi pengambilan video tersebut beralamat di Hutan Kutatandingan, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
Pada Selasa (29/11/2022), Muspika Ciampel yang terdiri dari Kasi Trantib Ciampel, Bhabinkamtibmas Polsek Ciampel, Babinsa, dan aparat Desa Mulyasejati, didampingi oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, mendatangi rumah yang diduga menjadi lokasi yang disebutkan dalam video tersebut.
Namun saat mereka datang, pemilik rumah tidak ada di tempat.
Rombongan Muspika hanya menemukan tumpukan pakaian dan sejumlah whiteboard dengan gambar dan tulisan Saung Agung dan Kerajaan Kutatandingan.
Menurut informasi Kohar Ketua RT setempat, Rosid sudah menggarap lahan tersebut selama kurang lebih 4 tahun. Tetapi selama itu Kohar belum pernah melihat kumpulan jemaah di rumah itu.
Kemudian, kata Kohar, Rosid tidak ada di rumah sejak sebulan yang lalu, dan belum diketahui keberadaannya.
“Sedangkan rumahnya hanya berisi tempat tidur, baju-baju, dan tulisan poster Saung Agung maupun sejumlah gambar-gambar,” katanya.

Kasat Intel Polres Karawang, AKP Agustinus Manurung, mengatakan pihaknya telah menelusur data-data di video tersebut, dan ditemukan bahwa video itu direkam di rumah warga yang beralamat di Kampung Cikeruh RT28/13, Dusun Liosari, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
“Kami sudah datangi ke lokasi, akan tetapi orang-orang yang ada di video viral itu tidak ada. Sudah satu bulan tidak ditempat,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya masih terus melacak indentitas dan keberadaan ketiga orang dalam video tersebut.
“Kami masih tentukan langkah-langkah dan lacak. Sementara informasinya orang Jonggol (Bogor),” tandasnya.
Sebelumnya, video pengakuan pasangan asal Karawang, yang menyatakan mereka adalah Ratu Adil dan Imam Mahdi Republik Kutatandinganm beredar pertama kali di media sosial Tiktok.
Diunggah di akun @agungpermana423, lalu diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial di Karawang.
Ada tiga video yang beredar, yang pertama memperlihatkan seorang perempuan tua mengenakan baju kuning kerudung warna merah muda dan seorang pria tua mengenakan batik dan peci hitam.
Sedangkan di video yang lain, ada seorang perempuan lainnya berdiri di belakang pasangan itu dengan membawa bendera berwarna putih dan kuning, dengan logo di tengah bendera dan tulisan Kerajaan Ratu Adil Imam Mahdi Republik Kutatandingan, Dunia, Jawa Barat.
Pada video ketiga, perempuan pembawa bendera duduk di tengah dan terdapat judul Wajib Didengar Ini !!! Lantunan Pangeling-eling. (*)
Sumber: Berbagai sumber


You may like

Mudahkan Warga di Akhir Pekan, Imigrasi Karawang Gelar Layanan Paspor Simpatik

Roda Organisasi Kembali Berputar, AKBP Fiki N. Ardiansyah Akhiri Masa Jabatan Bersamaan dengan Kenaikan Tipologi Polresta Karawang

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Sukses Gelar Lomba Burung Berkicau “Kapolres Cup” di Kampung Budaya

Sinergi Pemkab dan PWI Karawang: Sulap Momentum Piala Dunia Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

UNSIKA Terjunkan 1.250 Mahasiswa KKN Batch 2 ke 99 Desa di Tiga Kabupaten

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Satukan Forkopimda dalam Olahraga Bersama dan Bagikan Hadiah Umrah
Pos-pos Terbaru
- Mudahkan Warga di Akhir Pekan, Imigrasi Karawang Gelar Layanan Paspor Simpatik
- Roda Organisasi Kembali Berputar, AKBP Fiki N. Ardiansyah Akhiri Masa Jabatan Bersamaan dengan Kenaikan Tipologi Polresta Karawang
- Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Sukses Gelar Lomba Burung Berkicau “Kapolres Cup” di Kampung Budaya
- Sinergi Pemkab dan PWI Karawang: Sulap Momentum Piala Dunia Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
- UNSIKA Terjunkan 1.250 Mahasiswa KKN Batch 2 ke 99 Desa di Tiga Kabupaten






