Connect with us

Regional

Temuan Difteri sampai November 2023 di Karawang Sejak 2022, 18 Kasus dan 2 Meninggal Dunia

Published

on

KARAWANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mencatat selama tahun 2022 hingga 2023 ini ditemukan 18 kasus difteri dengan dua di antaranya meninggal dunia.

“Penyakit difteri pada anak di Karawang masih ditemukan. Pada tahun 2021, tidak ada kasus. Lalu, ditahun 2022, ada 10 kasus ditemukan dan 2 diantaranya meninggal dunia.” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, Rabu (29/11/2023).

Untuk tahun 2023, dari data yang diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, terdapat 8 laporan kasus difteri.

“6 kasus yang terlapor saat dicek negatif difteri dan 2 kasus lainnya positif. Alhamdulillah, dua pasien difteri tadi itu selamat dan berhasil disembuhkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Yayuk juga membeberkan, jika anak-anak yang terinfeksi penyakit difteri di Karawang, semuanya tidak menerima imunisasi sejak bayi.

“Saat kita melakukan pendalaman terhadap orang tua yang anaknya terinfeksi penyakit difteri, itu mereka mengaku jika anaknya tidak diimunisasi,” ujarnya.

Jadi, kata Yayuk, meskipun penyakit difteri ini mematikan, ada beberapa cara untuk mencegahnya. Salah satunya dengan memberikan imunisasi yang lengkap pada anak.

“Vaksinasi difteri I: DTP atau DTaP, diberikan mulai usia 2 bulan. Vaksinasi difteri II: DTP atau DTaP, diberikan pada usia 3 atau 4 bulan. Vaksinasi difteri III: DTP atau DTaP, diberikan pada usia 4 atau 6 bulan. Itu harus dilakukan oleh orangtua terhadap bayinya agar meminimalisir terinfeksi difteri,” jelas Yayuk.

Selain itu, Yayuk juga memaparkan ada beberapa gejala yang terlihat pada anak yang terpapar penyakit difteri, yakni demam, kelelahan, malaise atau panas dingin, bernapas secara bising atau napas pendek, ruam atau ulkus, kesulitan menelan atau pegal, batuk, otot lemas, pembengkakan, pembengkakan kelenjar getah dan bening atau pilek.

Dengan hal tersebut, Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melakukan pemeriksaan jika anak atau keluarganya terdeteksi mengidap penyakit difteri.

“Jika mengalami gelaja tersebut, segera melapor dan memeriksanya ke rumah sakit atau puskesmas terdekat agar segera diberikan penanganan. Karena jika telat dalam penanganannya, nyawa taruhannya,” tandasnya. (red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement