Connect with us

Regional

Soal Dugaan Persekusi Kepada Direktur LBH Cakra, Ini Penjelasan BPN Karawang

Published

on

KARAWANG – Aksi dugaan persekusi yang dilakukan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang kepada Direktur LBH Cakra Karawang, Hilman Tamimi, dibantah pihak BPN.

BPN Karawang membantah telah melakukan persekusi kepada Hilman. Insiden itu disebut hanya kesalahpahaman.

“Apa yang disangkakan oleh LBH Cakra bahwa terjadi persekusi yang dilakukan pegawai dan pejabat Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang tidak lah benar,” ungkap Kasubag Tata Usaha, Nurhamzah Adi di kantor BPN Karawang, Selasa (4/10/2022) kemarin.

Adi menegaskan, dalam peristiwa itu tidak ada persekusi bahkan pemukulan. Hal itu dibuktikan dengan adanya rekaman CCTV.

“Yang terjadi adalah dorong mendorong,” katanya.

Disinggung adanya pelaporan yang diadukan LBH Cakra ke kepolisian, pihaknya mempersilahkan dan akan bersikap kooperatif.

“Kalau seandainya ada pelaporan kami siap saja. CCTV akan kami serahkan kepada APH untuk membuktikan bahwa persekusi itu tidak benar,” pungkasnya.

Sementara itu, diketahui kejadian dugaan persekusi bermula saat Hilman tengah mendampingi audiensi Serikat Pertanian (Sepetak) dengan BPN perihal Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) di Karawang pada Senin (3/10/2022) sekira pukul 17.00 WIB.

Namun dalam audiensi, tensi diskusi sempat memanas hingga terjadi dorong-dorongan antara beberapa pejabat BPN dengan Hilman.

“Pengakuan dari Hilman peristiwa persekusi itu ada dorongan, tarikan baju hingga kancing baju yang dipakainya copot,” ungkap Dewan Pembina LBH Cakra, Dadi Mulyadi.

Buntut dari peristiwa itu, pihaknya mengaku telah melaporkannya kepada kepolisian.

“Kami akan memproses hukum hal ini karena ini perbuatan laten fasisme yang tidak boleh terjadi apalagi di tubuh ASN,” bebernya. (adv)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement