Nasional
Saan Mustofa: Mural Lebih Mewakili Sikap Masyarakat Dibanding Baliho Capres
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Belakangan, banyaknya mural-mural yang dibuat masyarakat hingga menjadi kontroversi. Politisi Nasdem Saan Mustopa menilai mural ini sebagai sikap masyarakat terhadap pemerintah.
Saan Mustopa mengatakan mural sebenarnya lebih mewakili aspirasi rakyat, sebuah ekspresi tentang situasi yang terjadi, dibanding baliho-baliho calon presiden (capres) yang justru lebih melukai hati masyarakat di tengah sulitnya pandemi ini.
“Mural itu lebih mewakili sikap masyarakat, dibanding keberadaan baliho capres,” kata Saan dalam kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan Partai NasDem di GSC Istana Kana, Cikampek, Karawang, Minggu (22/8/2021).
Menurutnya mural-mural itu bagian dari ekspresi masyarakat kalangan bawah. Mereka mengeritik pemerintah lewat sebuah seni.
“Mural itu memang bagian dari kebebasan ekspresi masyarakat, dan bentuk kekritisan tapi tentunya hindari hal-hal yang sifatnya kebencian, sara, menghina simbol-simbol negara, dan baliho-baliho sekarang yah di tengah pandemi mural lebih mewakili,” jelasnya.
Menyoal Mural “404: Not Found” diduga menghina Jokowi, ia mengakui bahwa presiden bukan orang yang anti kritik.
“Presiden menempatkan posisi, bahwa Pak Jokowi itu bukan orang yang anti kritik, Pak Jokowi itu sangat siap dengan segala kritikan, dari masyarakat, bahkan Pak Jokowi meyakini kritikan-kritikan itu sebagai masukan buat pemerintahan dan tentunya buat Pak Jokowi. Jadi Pak Jokowi sudah mengatakan jangan reaktif, tinggal tentu sikap Pak Jokowi itu ditindaklanjuti oleh aparat keamanan, untuk juga bisa menjalankan hal yang Pak Jokowi sampaikan untuk tidak reaktif,” katanya.
“Mural itu bagian dari ekspresi terhadap situasi dan sebuah sikap, menurut saya itu hal wajar,” jelasnya.
Namun, ia mengakui dalam kritikan harus menghindari unsur kebencian.
“Tapi tentu kritikan itu harus menghindari hal-hal yang berbau kebencian, terkait simbol-simbol negara,” katanya.
Ia juga menjelaskan maraknya masyarakat membuat mural itu merupakan hal yang wajar, dan bagian dari sebuah ekspresi individu.
“Mural sekarang ini kan sudah semacam ekspresi yang dibuat bukan hanya oleh seniman-seniman terkenal, tapi juga oleh masyarakat biasa, dan menurut saya itu hal yang wajar, dan bahkan perlu menjadi perhatian bagi pemerintah terhadap nasib para seniman-senimannya,” tandasnya. (*)
You may like

Gelar Rakor Timpora di Cilamaya Wetan, Imigrasi Karawang Perkuat Peran Desa Awasi Orang Asing

Dian Fahrud Jaman Perkuat Militansi Kader NasDem Karawang Hadapi Pemilu 2029

Gagal Gasak Motor, Pria di Karawang Babak Belur Diamuk Massa

209 Calon Kepala Desa Ikuti Tes CAT, Pemkab Karawang Gandeng Unsika Pastikan Netralitas

Festival Budaya Jepang dan Korea TokSeoul Wave 2026 Siap Digelar di KCP Mall

Boncengan Tiga Tanpa Helm, Tiga Pelajar Perempuan Tewas Tabrak Truk Mogok di Karawang
Pos-pos Terbaru
- Gelar Rakor Timpora di Cilamaya Wetan, Imigrasi Karawang Perkuat Peran Desa Awasi Orang Asing
- Sharp Indonesia Mengajak Generasi Muda Menjadikan Keberlanjutan sebagai Bagian dari Keseharian
- Dian Fahrud Jaman Perkuat Militansi Kader NasDem Karawang Hadapi Pemilu 2029
- Gagal Gasak Motor, Pria di Karawang Babak Belur Diamuk Massa
- 209 Calon Kepala Desa Ikuti Tes CAT, Pemkab Karawang Gandeng Unsika Pastikan Netralitas







