Connect with us

Regional

Revitalisasi Gapura Green Canyon Karawang Diduga Proyek Tak Bertuan

Published

on

KARAWANG – Objek Wisata Green Canyon yang berlokasi di Kampung Tonjong Roke, Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, nampak sedang dilakukan revitalisasi pada bangunan gapura atau gerbang masuk.

Namun saat dikonfirmasi awak media, terkesan ada permainan ping pong, yakni saling lempar antara pihak yang mengerjakan proyek, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang, Pemerintah Desa dan Perhutani. Sehingga menimbulkan dugaan proyek tak bertuan.

Berawal dari pengawas proyek yang membenarkan jika ada beberapa pembaharuan pada bangunan, bahkan ia mengaku jika proyek ini didanai Pemerintah Daerah melalui Disparbud dengan APBD, meski di lokasi tak terpampang plang keterangan pekerjaan proyek.

“Sedang dilakukan renovasi, bukan hanya bangunan Gapura, tetapi Tangga beton cor dan Gazebo. Soal plang proyek, saya hanya ditugaskan kantor,” ujar Aryo, dilokasi proyek, Senin (21/7/2025).

Aryo menjelaskan, bahwa proyek renovasi Gapura tersebut seperti membangun baru, karena hampir seluruhnya dilakukan pemugaran total.

“Ini mah seperti membangun dari nol. Kalau anggarannya yang saya tahu sekitar Rp 174 juta,” terangnya.

Sementara itu, Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Karawang, diungkapkan Asep Supriadi, bahwa objek wisata Green Canyon merupakan kewenangan Perhutani. Pemerintah Daerah melalui Disparbud tidak ikut andil dalam pembangunan ataupun revitalisasi, kecuali terdapat retribusi yang masuk ke PAD.

“Perhutani itu tidak diperbolehkan bekerja sama dengan Pemerintah, termasuk dengan Disparbud. Karena Perhutani menjalankan business to business, maka kami (Disparbud.Red) tidak dapat masuk. Mungkin dengan pihak desa melalui Bumdes,” tutup Asep.

Akan tetapi, berdasarkan keterangan dari Sekretaris Desa Medalsari, Anwar mengungkapkan, sepengetahuannya proyek revitalisasi Gapura Green Canyon itu bersumber dari APBD atau Disparbud.

“Soalnya sebelum pekerjaan dimulai, ada yang datang ke kantor desa menemui Kades, bahwa beliau adalah konsultan yang ditugaskan ke desa,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Kepala BKPH Perhutani Pangkalan, Karyana menyampaikan kepada awak media melalui sambungan telepon, bahwa Pekerjaan Proyek itu bukan dari Pihak Perhutani.

“Proyek gapura itu bukan dari Perhutani, kita juga tidak tahu itu,” tandas Karyana singkat. (dbs/cho)