Regional
Revitalisasi Gapura Green Canyon Karawang Diduga Proyek Tak Bertuan
Published
12 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Objek Wisata Green Canyon yang berlokasi di Kampung Tonjong Roke, Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, nampak sedang dilakukan revitalisasi pada bangunan gapura atau gerbang masuk.
Namun saat dikonfirmasi awak media, terkesan ada permainan ping pong, yakni saling lempar antara pihak yang mengerjakan proyek, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang, Pemerintah Desa dan Perhutani. Sehingga menimbulkan dugaan proyek tak bertuan.
Berawal dari pengawas proyek yang membenarkan jika ada beberapa pembaharuan pada bangunan, bahkan ia mengaku jika proyek ini didanai Pemerintah Daerah melalui Disparbud dengan APBD, meski di lokasi tak terpampang plang keterangan pekerjaan proyek.
“Sedang dilakukan renovasi, bukan hanya bangunan Gapura, tetapi Tangga beton cor dan Gazebo. Soal plang proyek, saya hanya ditugaskan kantor,” ujar Aryo, dilokasi proyek, Senin (21/7/2025).
Aryo menjelaskan, bahwa proyek renovasi Gapura tersebut seperti membangun baru, karena hampir seluruhnya dilakukan pemugaran total.
“Ini mah seperti membangun dari nol. Kalau anggarannya yang saya tahu sekitar Rp 174 juta,” terangnya.
Sementara itu, Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Karawang, diungkapkan Asep Supriadi, bahwa objek wisata Green Canyon merupakan kewenangan Perhutani. Pemerintah Daerah melalui Disparbud tidak ikut andil dalam pembangunan ataupun revitalisasi, kecuali terdapat retribusi yang masuk ke PAD.
“Perhutani itu tidak diperbolehkan bekerja sama dengan Pemerintah, termasuk dengan Disparbud. Karena Perhutani menjalankan business to business, maka kami (Disparbud.Red) tidak dapat masuk. Mungkin dengan pihak desa melalui Bumdes,” tutup Asep.
Akan tetapi, berdasarkan keterangan dari Sekretaris Desa Medalsari, Anwar mengungkapkan, sepengetahuannya proyek revitalisasi Gapura Green Canyon itu bersumber dari APBD atau Disparbud.
“Soalnya sebelum pekerjaan dimulai, ada yang datang ke kantor desa menemui Kades, bahwa beliau adalah konsultan yang ditugaskan ke desa,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Kepala BKPH Perhutani Pangkalan, Karyana menyampaikan kepada awak media melalui sambungan telepon, bahwa Pekerjaan Proyek itu bukan dari Pihak Perhutani.
“Proyek gapura itu bukan dari Perhutani, kita juga tidak tahu itu,” tandas Karyana singkat. (dbs/cho)


You may like

Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional

Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga

District East dan BNET Jalin Kemitraan Strategis untuk Membangun Ekosistem Smart and Green Living di Karawang

Kapolres Karawang Hadiri Haul ke-4 Hj. Dadah Hamidah, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama

Imigrasi Karawang Gelar Layanan Pasporia di Akhir Pekan, Urus Paspor Cuma 15 Menit!

Polres Karawang Ringkus Seorang IRT Pengedar Sabu di Cikampek, Sita Timbangan Digital dan Ponsel Transaksi
Pos-pos Terbaru
- Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional
- Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga
- District East dan BNET Jalin Kemitraan Strategis untuk Membangun Ekosistem Smart and Green Living di Karawang
- Kapolres Karawang Hadiri Haul ke-4 Hj. Dadah Hamidah, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama
- Imigrasi Karawang Gelar Layanan Pasporia di Akhir Pekan, Urus Paspor Cuma 15 Menit!






