Regional
Purwakarta Ditetapkan sebagai Pusat Manufaktur Indonesia
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Tak lama lagi, Kabupaten Purwakarta yang terkenal dengan sate maranggi bakal berdiri Gedung Utama Indonesia Manufacturing Centre (IMC) atau Gedung Pusat Manufaktur Indonesia, di Desa Citeko, Kecamatan Plered.
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mendampingi sejumlah menteri pada Kegiatan Groundbreaking Pembangunan Gedung Utama Indonesia Manufacturing Centre (IMC), Senin (5/12/2022).
Dalam agenda tersebut tampak hadir diantaranya, Menteri Perindustrian Agus Gumilang Kartasasmita, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Staf Khusus Menteri ESDMAgus Tjahajana, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Kepala Dinas DKUPP dan Kepala DPMPTSP Purwakarta serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengucapkan terimakasih merasa bangga karena Kementerian Perindustrian Republik Indonesia telah menunjuk Kabupaten Purwakarta menjadi pusat Industri Manufaktur. Manufaktur adalah tentang bagaimana suatu produk dibuat, dari ide, desain, proses pembuatan, hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.
“Pembangunan gedung utama IMC ini akan dilakukan secara bertahap, yang pada tahap pertama ini seluas dua hektar dan untuk tahap selanjutnya akan dibangun seluas sembilan hektar,” kata Anne.
Menurutnya, Kabupaten Purwakarta mempunyai potensi gerabah keramik yang sudah mendunia yakni sudah dapat mengekspor ke 11 negara.
Dengan adanya dukungan secara teknologi, dengan hadirnya IMC ini, semoga dapat mendorong juga produktivitas yang bersumber dari tanah liat termasuk gerabah keramik.
“Diharapkan dengan adanya fasilitas pusat manufaktur yang akan diwujudkan di Kabupaten Purwakarta dapat memberikan dampak positif dalam upaya mendorong produksivitas UMKM yang ada di Kabupaten Purwakarta, serta dapat berkontribusi baik secara lokal, nasional dan internasional,” ujarnya.
Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumilang Kartasasmita, mengatakan, dari IMC ini diharapkan akan ada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan teknologi.
Ia mengatakan, dari rencana pembangunan yang dibangun dengan total 11 hektare, yang 2 hektare pertama ini baru saja dilakukan groundbreaking. Untuk pembiayaannya didanai oleh APBN.
“Dari total 11 hektar, yang 2 hektar pertama ini baru saja dilakukan groundbreaking, ini merupakan program yang didanai oleh APBN dan nanti ada program berikutnya paralel sekitar 9 hektar yang akan bekerjasama dengan berbagai pihak yang khususnya pihak-pihak dari negara-negara yang negaranya relatif sudah memiliki kemampuan industri kemampuan teknologi yang cukup tinggi, sebut saja seperti Korea Selatan dan Jepang, kita akan mengundang mereka untuk membangun cluster-cluster manufaktur, pusat-pusat manufacturing di Plered, Purwakarta ini,” kata Agus.
Ia berharap IMC ini nantinya menjadi ikon nasional dalam industri manufacturing dan dapat membantu mengembangkan industri permesinan nasional yang tentu saja juga akan membantu perekonomian daerah di Plered maupun di Purwakarta khususnya dan Jawa Barat umumnya.
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki juga mengapresiasi langkah Kementerian Perindustrian karena akan membangun IMC di Purwakarta.
“Ini salah satu pondasi yang sangat penting untuk mendorong kita, terutama mendukung kebijakan substitusi impor dan juga untuk mendorong produktivitas dari UMKM. Hal ini sesuai dengan arahan Pak Presiden supaya UMKM itu menjadi bagian daripada industri, dan mereka sudah harus mulai meningkatkan kualitas produknya yang berbasis inovasi berbasis kreativitas,” kata Teten.
Menurutnya, dengan dukungan permesinan di IMC ini akan memudahkan para pelaku UMKM untuk mengakses membeli permesinan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produksinya.
“Karena kita masih punya problem dengan UMKM yang jumlahnya banyak tetapi produktivitasnya rendah dan produknya berteknologi rendah. Jadi dengan dukungan ini saya kira kedepan akan ada lonjakan ekonomi yang luar biasa,” ungkapnya. (*)

You may like

MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri

Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang

Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita

DPUPR Karawang Tindaklanjuti Usulan Pemdes Rengasdengklok Utara Atasi Banjir

Menteri PKP dan Pimpinan Daerah Tinjau Proyek HWB Purwakarta: Terobosan Hunian Layak bagi MBR

Hadirkan SIPAKAR, Layanan Bapenda Karawang Kini Makin Mudah dan Terintegrasi
Pos-pos Terbaru
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern
- Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang
- Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita
- DPUPR Karawang Tindaklanjuti Usulan Pemdes Rengasdengklok Utara Atasi Banjir







