Connect with us

Regional

Puluhan Gudang di KSB Diduga Belum Masuk Amdal Kawasan, PPLHI Minta DLH Karawang Lakukan Sidak

Published

on

KARAWANG – Pemerhati Pembangunan Lingkungan Hidup Indonesia (PPLHI) Kabupaten Karawang menduga terdapat puluhan tenan gudang di Kawasan Sentra Bizhub (KSB), Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, yang belum tercantum dalam dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) kawasan.

Wakil Ketua PPLHI Karawang, H. Edi, menyampaikan, bahwa dugaan tersebut muncul setelah pihaknya mengikuti konsultasi publik bersama manajemen KSB beberapa waktu lalu.

“Diduga ada sekitar 40 tenan gudang yang belum masuk dalam dokumen Amdal kawasan. Hal itu disampaikan langsung oleh pihak pengelola dalam forum konsultasi publik,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Ia menjelaskan, bahwa selain dokumen Amdal, ada sejumlah dokumen pendukung lain yang perlu dipastikan keabsahannya, seperti Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), serta analisis dampak lalu lintas (Andalalin).

“Jika bangunan atau aktivitas usaha tidak tercantum dalam Amdal, maka kemungkinan besar juga belum masuk dalam gambar site plan. Kondisi itu berpotensi membuat bangunan tidak memiliki izin mendirikan bangunan,” ujar Edi.

Menurut dia, temuan tersebut seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mengingat kegiatan usaha di kawasan itu sudah berlangsung cukup lama.

“Sebagian gudang sudah beroperasi. Tetapi pengawasan oleh DLH tampak belum optimal, karena seharusnya persoalan ini terdeteksi lebih awal,” katanya.

Edi meminta DLH Karawang segera melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan kesesuaian dokumen lingkungan dengan kondisi di kawasan tersebut.

“DLH harus segera turun melakukan verifikasi. Jika ada pelanggaran, penegakan hukum harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Hingga laporan ini disusun, pihak manajemen KSB belum memberikan keterangan saat dimintai konfirmasi oleh awak media pada Kamis (13/11/2025). DLH Karawang juga belum memberikan tanggapan serupa. Awak media masih berupaya mendapatkan keterangan dari pihak terkait. (rls/cho)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement