Connect with us

Regional

Persiapkan Bencana Tsunami, UNESCO dan BMKG Pangandaran Lakukan Ini

Published

on

INFOKA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran tengah mempersiapkan adanya isu ancaman bencana tsunami di Pangandaran.

“Kami sedang mempersiapkan hal itu (tsunami), Karena rencana Minggu depan akan ada tim UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) berikut BMKG mau melakukan verifikasi atau survey lapangan terkait isu tsunami ini,” ujar Ervin Respati supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Pangandaran dilansir TribunJabar.id, Kamis (2/12/2021).

Ervin mengatakan Pangandaran tidak bekerja sendiri, jadi selalu disupport dari tim akademisi.

“Kebetulan, Pangandaran juga disuport sama UNESCO. Insyaallah UNESCO, Minggu depan akan datang ke Pangandaran untuk melihat kesiapan terkait isu tersebut (tsunami). Intinya, seperti itu,” katanya.

Meskipun UNESCO akan datang, Ia menghimbau masyarakat untuk jangan terlalu panik.

“Kan biasanya ada pertanyaan, UNESCO mau kesini dibilang bakal terjadi tsunami, padahal itu bukan, itu hanya kesiapsiagaan UNESCO saja,” ucap Ia.

“Dan bentuk kepedulian mereka (UNESCO), terhadap Pangandaran. Jadi, mereka turun langsung ke Pangandaran untuk verifikasi ke lapangan.”

Ervin menjelaskan, selain pantai barat dan timur, satu diantaranya yang akan di survei yaitu sepanjang jalur selatan.

“Rencanannya fokus di pantai barat, pantai timur, terus sepanjang jalur selatan seperti batu hiu Parigi. Jadi, itu kan random pengambilan sampelnya.”

“Tapi, kalau keinginan kita mah semua. Dari sepanjang 90 kilometer garis pantai Pangandaran itu di random. Tapi, mungkin mereka (UNESCO) juga melihat acuan dari peta bahaya tsunami Pangandaran,” ujarnya.

Karena ternyata, acuannya itu lebih ke arah desa Pananjung (pantai barat) dan Desa Pangandaran (pantai timur).

“Karena, itu kan daerah rawan tsunami paling parah kalau terjadi delapan koma sekian skalal richter daerah pantai barat, pantai timur itu bisa dikatakan habis.”

“Terus, didepan hotel menara laut (ML) itu tinggi rendaman air lautnya sekitar 4 meter, berarti kan kalau tinggi gelombang bisa melebihi itu. Tapi kan, itu skenario terburuk, mudah mudahan mah tidak terjadi,” ucap Ervin. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement