Regional
Persiapkan Bencana Tsunami, UNESCO dan BMKG Pangandaran Lakukan Ini
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran tengah mempersiapkan adanya isu ancaman bencana tsunami di Pangandaran.
“Kami sedang mempersiapkan hal itu (tsunami), Karena rencana Minggu depan akan ada tim UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) berikut BMKG mau melakukan verifikasi atau survey lapangan terkait isu tsunami ini,” ujar Ervin Respati supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Pangandaran dilansir TribunJabar.id, Kamis (2/12/2021).
Ervin mengatakan Pangandaran tidak bekerja sendiri, jadi selalu disupport dari tim akademisi.
“Kebetulan, Pangandaran juga disuport sama UNESCO. Insyaallah UNESCO, Minggu depan akan datang ke Pangandaran untuk melihat kesiapan terkait isu tersebut (tsunami). Intinya, seperti itu,” katanya.
Meskipun UNESCO akan datang, Ia menghimbau masyarakat untuk jangan terlalu panik.
“Kan biasanya ada pertanyaan, UNESCO mau kesini dibilang bakal terjadi tsunami, padahal itu bukan, itu hanya kesiapsiagaan UNESCO saja,” ucap Ia.
“Dan bentuk kepedulian mereka (UNESCO), terhadap Pangandaran. Jadi, mereka turun langsung ke Pangandaran untuk verifikasi ke lapangan.”
Ervin menjelaskan, selain pantai barat dan timur, satu diantaranya yang akan di survei yaitu sepanjang jalur selatan.
“Rencanannya fokus di pantai barat, pantai timur, terus sepanjang jalur selatan seperti batu hiu Parigi. Jadi, itu kan random pengambilan sampelnya.”
“Tapi, kalau keinginan kita mah semua. Dari sepanjang 90 kilometer garis pantai Pangandaran itu di random. Tapi, mungkin mereka (UNESCO) juga melihat acuan dari peta bahaya tsunami Pangandaran,” ujarnya.
Karena ternyata, acuannya itu lebih ke arah desa Pananjung (pantai barat) dan Desa Pangandaran (pantai timur).
“Karena, itu kan daerah rawan tsunami paling parah kalau terjadi delapan koma sekian skalal richter daerah pantai barat, pantai timur itu bisa dikatakan habis.”
“Terus, didepan hotel menara laut (ML) itu tinggi rendaman air lautnya sekitar 4 meter, berarti kan kalau tinggi gelombang bisa melebihi itu. Tapi kan, itu skenario terburuk, mudah mudahan mah tidak terjadi,” ucap Ervin. (*)


You may like

BMKG: Waspadai Dampak Hujan Deras di Sejumlah Wilayah

Waspada! BMKG Sebut Ada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 9 Juni 2024

Gempa 6,5 M Guncang Timur Laut Garut, 11 Daerah di Jabar Terdampak

BMKG Terbitkan Peringatan Status Siaga dan Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

BMKG Peringatkan Ada Potensi Cuaca Ekstrem Saat Pencoblosan Pemilu 2024 di Jabar
Pos-pos Terbaru
- Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional
- Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga
- District East dan BNET Jalin Kemitraan Strategis untuk Membangun Ekosistem Smart and Green Living di Karawang
- Kapolres Karawang Hadiri Haul ke-4 Hj. Dadah Hamidah, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama
- Imigrasi Karawang Gelar Layanan Pasporia di Akhir Pekan, Urus Paspor Cuma 15 Menit!




