Regional
Pencarian Korban Gempa Cianjur Diperpanjang, 8 Orang Masih Belum Ditemukan
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyatakan pencarian korban tertimbun longsor di Sate Sinta-Cijedil dan Jalan Mangunkerta, Kecamatan Cugenang akibat gempa pada hari ke-18 belum membuahkan hasil.
Berdasarkan laporan, korban meninggal masih tercatat sebanyak 334 orang dan upaya pencarian delapan orang tersebut masih berjalan.
Asisten Daerah I Budi Rayahu Toyib di Cianjur, Kamis, mengatakan pencarian korban yang masih tertimbun sudah tidak dilakukan secara masif, namun lebih mengandalkan alat berat karena tingginya longsoran serta hujan yang selalu turun menjelang petang dapat mengancam keselamatan petugas.
“Sampai hari ke-18 setelah bencana, upaya pencarian masih berjalan dan dilakukan di dua titik Sate Sinta dan Jalan Mangunkerta, harapan kami sama dengan pihak keluarga sebelum tanggap darurat habis, jasad korban sudah dapat ditemukan,” katanya saat menggelar konferensi pers di Pendopo Cianjur, Kamis (8/12/2022).
Budi menjelaskan untuk pencarian korban akan terus dilakukan sampai tanggal 20 Desember dengan menggunakan alat berat yang jumlahnya sudah ditambah.
“Tim SAR gabungan tetap memantau ketika alat berat dapat menemukan jasad korban akan langsung dievakuasi,” katanya.
Budi menjelaskan, rumah rusak akibat gempa yang sudah terdata mengalami kenaikan menjadi 55.391 dengan rincian rusak ringan sebanyak 26.213, rusak sedang sebanyak 15.757 dan rusak berat sebanyak 13.241 berat, fasilitas kesehatan rusak sebanyak 18, tempat ibadah 279, dan fasilitas pendidikan rusak sebanyak 540.
Jumlah rumah yang rusak diperkirakan akan terus bertambah karena pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas khusus dari BNPB dan dinas terkait di Pemkab Cianjur. Bagi mereka yang rumahnya rusak 8.100 orang diantaranya sudah menerima bantuan tahap pertama dari Presiden Joko Widodo.
“Kami berharap mereka yang sudah mendapat bantuan dapat segera membangun kembali rumahnya dan dapat menjalani hidup normal seperti biasa. Bagi warga yang rumahnya rusak ringan sudah dapat meninggalkan posko pengungsian, meski sebagian besar memilih untuk bertahan,” katanya.
Pihaknya juga melaporkan donasi yang diterima hingga saat ini, setelah dipakai untuk kebutuhan dapur umum, membuat jemuran di posko pengungsian dan pengadaan tenda keluarga untuk gempa sebesar Rp3.039.679.000 sehingga tersisa Rp 11.282.311.742. (*)


You may like

Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA

Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara

Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan

Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan

Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji

DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya
Pos-pos Terbaru
- Bukan Sekadar Seremonial, Gebyar Merdeka 2026 Sulap Ikon Palembang Jadi Panggung Seni Akbar
- Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA
- Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara
- Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan
- Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan






