Connect with us

Regional

Pejabat Tinggi Karawang Bakal Terjunkan Tim Investigasi Soal Kebocoran Gas Klorin PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills

Published

on

KARAWANG – Paska kebocoran gas klorin dari pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, yang mengakibatkan banyak masyarakat menjadi korban keracunan, Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Karawang, Jawa Barat melakukan pertemuan pada Jumat (26/1/2024).

Dalam pertemuan tersebut dibahas mulai dari penanganan awal kejadian, penanganan korban hingga pemeriksaan penyebab kecoboran oleh Kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Kesimpulannya kita akan kerahkan tim investigasi dari provinsi terkait persoalan itu,” kata Ketua DPRD Karawang, Budianto.

Tim investigasi, kata Budianto, akan menyelidiki semua kejadian itu secara menyeluruh.

Tujuannya untuk menghasilkan keputusan apakah departemen caustic soda yang terjadi kebocoran itu memang harus dihentikan atau direlokasi.

“Kita sepakat Insyaallah nanti senin akan mulai turun tim itu,” katanya.

Terkait aspek hukum, lanjut Budianto, Kapolres Karawang menerangkan tetap berjalan dan masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim Polda Jawa Barat, Mabes Polri termasuk hasil Puslabfor.

“Kita cuman menjalanlan bahwa ada beberapa apakah harus direlokasi masyarakat atau apakah plant itu yang direlokasi,” katanya.

“Hari ini saja data terbaru 140 orang warga sekitar PT Pindo Deli yang mengalami keracunan akibat kebocoran. Tentunya ini masalah serius yang harus kami tangani,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengungkapkan, masalah kebocoran PT Pindo Deli harus disikapi serius oleh pemerintah karena sudah lima kali terjadi dan membuat warga sekitar keracunan.

Dia akan meminta jaminan pihak perusahaan agar bisa beroperasi lebih aman.

“Sementara kami menolong korban keracunan. Setelah itu tentu kami minta pertanggungjawaban perusahaan. Jika perusahaam tidak bisa memberiman jaminan keamanan warga kami tidak akan ragu untuk menutup,” katanya.

Mayoritas warga, kata Aep, memiliki keluhan yang sama, yakni gangguan pernafasan, dan keluhan ulu hati hingga pusing di kepala.

Kondisi ini jika terus berulang, maka dampaknya akan terasa lebih parah.

“Mayoritas warga mengalami keluhan yang sama, ada yang mual nyeri ulu hati, sesak nafas, pusing dan kering tenggorokan,” ungkapnya. (red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement