Regional
Murid Meninggal Diduga Dikeroyok di Saat Jam Istirahat di Sukabumi, Ini Kata Disdik
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun diduga meninggal akibat dianiaya temannya di sekolah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengatakan pihak sekolah tidak mengetahui adanya penganiayaan yang membuat MHD meninggal dunia.
Pihak sekolah baru mengetahui ada dugaan penganiayaan terhadap MDH setelah nenek korban mendatangi sekolah.
Pengawas Pembinaan Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Ahmad Yani, menceritakan, pihak sekolah dan pengawas merasa kaget karena tak mengetahui ada kejadian tersebut.
“Kami merasa kaget kemudian minta kejelasan di WhatsApp Group (WAG) sekolah dan telepon kepada semuanya apa yang sudah terjadi di sekolah sampai hari Rabu (17/5) bahwa sekolah tidak mendengar ada kejadian,” kata Yani saat konferensi pers di sekolah wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Senin (22/5/2023).
Pihak sekolah baru mengetahui ada dugaan penganiayaan setelah nenek korban mengadu. Saat itu, sang nenek menyebut jika korban tidak dapat menghadiri pembelajaran karena harus mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat dipukuli temannya.
“Ketika ada laporan dari neneknya, korban mau dibawa ke rumah sakit, pihak sekolah diwakili oleh guru kelas 2 atau wali kelasnya langsung mendampingi. Jadi kami ini saksikan bahwa pihak sekolah itu tidak mengabaikan, tidak melalaikan, tapi respek,” ungkap Yani.
Pada saat itu, para guru berkumpul untuk memperjelas terkait dugaan penganiayaan yang menimpa MH. Namun hingga keesokan harinya, pihak sekolah belum bisa memastikan adanya penganiayaan yang dialami MDH.
“Hari Kamis (18/5) itu belum diketahui telah terjadi apakah penganiayaan atau pengeroyokan atau siswa ada yang berkelahi. Dalam hal ini kita bisa saksikan, sekolah sempit, tentunya jumlah siswa banyak. Kalaupun siswa ada yang dipukul mungkin berteriak, nangis dan yang kedua ditindaklanjuti melapor kepada gurunya,” tuturnya.
Yani menegaskan sekolah tidak mengabaikan peristiwa tersebut. Menurutnya, sekolah baru mengetahui ada dugaan penganiayaan setelah nenek korban mengadu.
Saat itu, sang nenek menyebut jika korban tidak dapat menghadiri pembelajaran karena harus mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat dipukuli temannya.
“Mereka menjelaskan bahwa dipukuli A di jam istirahat. Pihak korban minta pertanggungjawaban pihak sekolah untuk mengambil tindakan. Kami menengok ke rumah sakit pukul 13.00 WIB, kondisi anak sangat mengkhawatirkan di pasang alat-alat dan tidak bisa ditanya,” kata Yani.
“Pukul 17.00 WIB dapat WA dari guru, korban kritis. Kami langsung ke rumah sakit Hermina, kondisi anak dipasang alat karena mau ada tindakan observasi dari dokter. Jam 21.00 WIB kami pulang, kondisi anak tidur diberi obat penenang. Guru menginap. Jadi tetap anak dikawal,” sambung dia.
Kemudian pada Sabtu (20/5) sekira pukul 08.00 WIB, pihak sekolah mendapatkan kabar korban MH sudah meninggal dunia.
“Pada saat itu sore, kami ke sekolah untuk membicarakan kejadian tersebut. Kami menguatkan kembali terkait musibah yang terjadi tapi belum mempunyai bukti di mana lokasi kejadian, jam berapa, dan siapa pelaku yang sebenarnya,” ucap Yani.
Dia menuturkan, jika dugaan penganiayaan itu terjadi di lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, pihaknya akan kooperatif dan menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwajib.
“Kami memonitor, memantau apa yang hari ini sedang dilakukan oleh pihak yang berwajib tentunya kami siap berkoordinasi, dikonfirmasi, dimintai keterangan karena kejadiannya di internal sekolah sehingga tentunya ada beberapa siswa yang dicurigai ataupun menjadi bahan pertimbangan,” katanya. (*)
Sumber: Berbagai sumber

You may like

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa

Menikmati Sisi Tenang Karawang Melalui Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Delonix Hotel Karawang

Peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah, Pemkab Karawang Bakal Santuni 1.000 Anak Yatim

Tak Cukup Perbaikan Teknis, Komnas PA Jabar Desak Investigasi Dugaan Pengubahan Password SPMB

Polres Karawang Kawal Demo Mahasiswa di Interchange Karawang Barat, Berjalan Aman Kondusif

Dukung Kampus Sehat, FIKES UNSIKA Sukses Gelar Turnamen Tenis Antar Pegawai
Pos-pos Terbaru
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa
- Kasus Penganiayaan Junaidi alias Ajun, Massa Demo di Kejari Palembang: Tuntut Pasal Berlapis & Pendalaman Bukti
- Menikmati Sisi Tenang Karawang Melalui Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Delonix Hotel Karawang
- Peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah, Pemkab Karawang Bakal Santuni 1.000 Anak Yatim
- Tak Cukup Perbaikan Teknis, Komnas PA Jabar Desak Investigasi Dugaan Pengubahan Password SPMB







