Regional
Meski Proyek Sabuk Pantai Pakisjaya Belum Rampung, Askun Apresiasi Capaian Infrastruktur Aep-Maslani
Published
10 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Praktisi hukum sekaligus pengamat kebijakan publik, Asep Agustian, mengapresiasi sejumlah capaian program kerja Pemerintah Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Bupati Aep Syaepuloh dan Wakil Bupati Maslani hingga akhir 2025, khususnya pada sektor infrastruktur.
Menurut Asep, beberapa proyek monumental dan ikonik yang telah diresmikan menjadi kebanggaan masyarakat Karawang, di antaranya pembangunan Underpass Gorowong Warungbambu serta revitalisasi GOR Panatayudha.
Namun demikian, ia menyoroti masih adanya sejumlah proyek infrastruktur yang belum selesai hingga akhir tahun anggaran 2025, salah satunya proyek pembangunan sabuk pantai (sea wall) di Muara Pantai Pakisjaya yang berada di bawah Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang.
Proyek sabuk pantai senilai sekitar Rp900 juta yang dikerjakan CV Mazel Arnawama Indonesia tersebut diketahui mengalami keterlambatan dan tidak selesai sesuai target 90 hari kalender.
Hingga akhir 2025, progres pembangunan baru mencapai sekitar 56 meter dari total rencana 80 meter, sehingga pengerjaannya dihentikan sementara.
Atas kondisi tersebut, Askun (Asep Kuncir) sapaan Asep Agustian meminta Bupati Karawang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bidang SDA Dinas PUPR Karawang.
“Harus ada evaluasi total. Di satu sisi masyarakat bangga dengan capaian proyek monumental yang telah diresmikan Bupati, tetapi di sisi lain masih ada pekerjaan yang tidak selesai sesuai target,” ujar Askun, Selasa (30/12/2025).
Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Karawang itu juga menilai perlu adanya ketegasan terhadap pejabat teknis yang dinilai tidak mampu mengikuti ritme kebijakan kepala daerah.
“Pejabat yang tidak mampu bekerja cepat dan tepat sesuai kebijakan Bupati sebaiknya dievaluasi, agar tidak menghambat kinerja pemerintahan secara keseluruhan,” katanya.
Sementara itu, Dinas PUPR Karawang disebut telah menghentikan sementara pengerjaan proyek sabuk pantai tersebut untuk kepentingan audit internal. Hingga berita ini diturunkan, Direktur CV Mazel Arnawama Indonesia maupun Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Karawang belum dapat dikonfirmasi terkait keterlambatan proyek tersebut.
Sebelumnya, Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Karawang sempat menyatakan optimistis proyek sabuk pantai dapat diselesaikan tepat waktu.
“Insya Allah, progres berjalan dan bisa selesai sesuai waktu,” terangnya beberapa waktu lalu
Askun menilai, penghentian sementara proyek tersebut menunjukkan adanya perencanaan dan pengawasan yang perlu dibenahi.
“Pada akhirnya, hingga akhir 2025 proyek itu belum memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini menjadi catatan penting agar ke depan perencanaan dan pengawasan proyek lebih matang,” tandas Askun. (rls)

You may like

ACT ONE Yamaichi Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Pengalaman 60 Tahun dari Jepang untuk Mendukung Industri Konstruksi Nasional

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang

DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot

Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri
Pos-pos Terbaru
- ACT ONE Yamaichi Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Pengalaman 60 Tahun dari Jepang untuk Mendukung Industri Konstruksi Nasional
- Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada
- Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
- Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang
- DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot






