Connect with us

Regional

Laskar Farm Lapas Karawang: Sulap Lahan Kosong Jadi Ekosistem Ketahanan Pangan

Published

on

KARAWANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang berhasil membuktikan bahwa tembok penjara bukan akhir dari segalanya. Melalui inovasi program pembinaan kemandirian yang dinamakan Laskar Farm, Lapas Karawang sukses menyulap lahan kosong (idle) menjadi ekosistem produktif raksasa yang mendukung program ketahanan pangan nasional.

Program ini digerakkan sepenuhnya oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sedang menjalani masa asimilasi. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk eksekusi nyata terhadap Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Transformasi Berbagai Sektor Produktif

Laskar Farm kini berkembang menjadi pusat produktivitas terpadu yang mencakup berbagai sektor unggulan, di antaranya:

Peternakan Modern: Budidaya domba dorper unggulan, sapi, dan ayam petelur.

Agrobisnis & Perikanan: Hamparan lahan pertanian, perikanan, serta perkebunan produktif.

Kuliner & Kreatif: Kedai kopi ‘Kopi Bui’, produksi kehangatan ‘Roti Hawarna’, serta pembuatan kerajinan tangan (handy craft) bernilai jual tinggi.

Apresiasi dari Berbagai Pihak

Keberhasilan inovasi ini dipantau langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang memimpin langsung agenda Panen Raya di lokasi tersebut.

Tidak hanya dari jajaran instansi, dedikasi program ini juga menarik perhatian dan menuai kekaguman dari berbagai tokoh publik nasional. Mulai dari selebritas sekaligus pecinta hewan Irfan Hakim (@irfanhakim75), Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka (@riekediahp), hingga Kepala Desa viral, Kades Hoho.

Menjadi Ruang Edukasi dan Riset

Kini, Laskar Farm tidak lagi sekadar menjadi tempat pembinaan internal bagi warga binaan untuk bertransformasi menjadi pribadi yang mandiri. Area ini telah merevolusi fungsinya menjadi ruang kelas alam serta suaka edukasi yang ramah bagi kunjungan anak-anak, sekaligus menjadi laboratorium riset terbuka bagi kalangan mahasiswa.

“Karena segelap apa pun masa lalu, selalu ada tanah yang subur untuk menanam masa depan,” pungkas Ma’ruf Prasetyo Hadianto, A.Md.IP., S.H., M.H., menegaskan semangat transformasi positif para warga binaan.(red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement