Regional
Larangan Mudik, Perbatasan Bekasi-Karawang Dijaga Ketat
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Perbatasan wilayah Kabupaten Bekasi dengan Karawang dijaga ketat cegah warga lakukan mudik pada Kamis 6 Mei 2021, mulai pukul 00.00 WIB.
1.018 personil gabungan dari unsur Polri, TNI dan Pemerintah Kabupaten Bekasi diturunkan dalam rangka operasi penyekatan larangan mudik Lebaran 1442 Hijriyah/ 2021.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengatakan mulai pukul 00.00 WIB, Kamis 6 Mei 2021 personil gabungan tesebut akan langsung disebar ke seluruh posko penyekatan dan pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2021.
“Jadi mulai lewat tengah malam sudah mulai disekat, warga dicegah untuk mudik,” kata Hendra seperti dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (6/5/2021).
Menurutnya, ada 10 posko penyekatan, dua posko pengamanan dan 14 posko pelayanan.
Adapun sanksi warga yang kedapatan mudik akan diminta putar balik. Sementara untuk kendaraan travel, tak hanya diputar balik. Akan tetapi juga kendaraan akan ditahan.
“Sanksi diputar balik, kecuali untuk travel akan ditahan sementara dan akan ditindak denda dan pidana jika tidak punya izin travel, atau dia travel izin trayeknya berbeda tidak sesuai rute,” ungkapnya.
Hendra memastikan tidak akan ada pemudik yang bisa lolos dari wilayah Kabupaten Bekasi. Akses tol, jalur arteri, dan jalur alternatif akan dijaga ketat petugas.
“Kabupaten Bekasi menjadi pertahanan terakhir, maka kita intruksikan harus diperketat penjagaannya,” kata dia.
Sementara, penyekatan di Pos Tanjungpura, Karawang, banyak kendaraan pemudik dari arah Jakarta diputarbalikkan. Mereka tidak melengkapi surat keterangan negatif Covid-19.
“Kami hitung ada puluhan kendaraan roda empat dan dua menyalahi aturan karena mayoritas tidak melengkapi surat keterangan negatif COVID-19, jadi terpaksa diputar balik lagi ke Jakarta,” kata Kepala Pos Penyekatan Tanjungpura, Kapolsek Kota, Kompol Suparno di Pos Penyekatan Tanjungpura, Kamis (6/5/2021) dini hari.
Adapun sebagian yang diloloskan dalam penyekatan ini dikarenakan warga akan mengunjungi orang tuanya yang sakit.
“Jadi ada sebagian yang kami loloskan, karena mereka dihubungi untuk pergi menengok orang tuanya yang sakit. Terus perlu ada anaknya untuk penanganan yang serius, jadi atas nama kemanusiaan, kami meloloskannya,” tutur Suparno.
Penyekatan di lokasi tersebut melibatkan sejumlah petugas. “Untuk personel yang disiapkan itu diterapkan bergilir selama 1 kali 24 jam,” kata Suparno. (*)
Sumber: Berbagai Sumber

You may like

PT Pindo Deli 2 Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Kimia di Karawang: Dipicu Kaporit Terkena Air Hujan

Imigrasi Karawang Resmikan Beranda Imigrasi, Cegah TPPO dan Tingkatkan Pelayanan bagi CPMI

Diduga Keracunan Gas PT Pindo Deli 2, Puluhan Warga Karawang Dievakuasi karena Sesak Napas

Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini

Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD

Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk
Pos-pos Terbaru
- PT Pindo Deli 2 Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Kimia di Karawang: Dipicu Kaporit Terkena Air Hujan
- Imigrasi Karawang Resmikan Beranda Imigrasi, Cegah TPPO dan Tingkatkan Pelayanan bagi CPMI
- Diduga Keracunan Gas PT Pindo Deli 2, Puluhan Warga Karawang Dievakuasi karena Sesak Napas
- Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini
- Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD






