Connect with us

Regional

Larangan Mudik Berdampak Pada Pedagang di Pantura Karawang-Subang

Published

on

INFOKA.ID – Larangan mudik oleh pemerintah berdampak buruk bagi para pelaku usaha di sepanjang jalur mudik, seperti di jalur Pantura Karawang-Subang. Di jalur tersebut banyak terdapat pelaku usaha baik yang sifatnya musiman saat mudik Lebaran maupun pedagang yang sudah bertahun-tahun mengais rezeki di jalur itu.

Seperti yang diketahui, pemerintah kembali melarang warga untuk melakukan mudik Lebaran yang kedua kalinya. Pemerintah menetapkan larangan mudik mulai tanggal 06-17 Mei 2021 mendatang.

Mereka mengaku merugi dengan adanya larangan mudik Lebaran. Mereka harus kehilangan omset pendapatan hingga 60 persen dibanding ketika diperbolehkan mudik.

“Dulu waktu normal enggak ada kejadian penyakit sehari bisa mendapatkan Rp 2,5 Juta, ya sekarang mah ada lah setengahnya,” ujar Sartika pedagang oleh-oleh di jalur Pantura Karawang, Selasa (13/04/2021), seperti dikutip dari Detikcom.

Sartika mengatakan saat mudik diizinkan, para pemudik sudah ramai melintas jalur Pantura di 7 hari sebelum Lebaran. Mereka banyak yang membeli mulai dari buah tangan, dodol hingga tape.

“Kalo kayak tahun kemarin adalah yang beli (pemudik) satu dua, tetap disyukuri, kita tidak boleh menolak kehendak Allah entar dosa. Kita pasti dikasih rezeki sama Allah,” katanya.

Hak senada dikatakan Kutri Utami pedagang oleh-oleh di jalur itu. Ia mengeluh pembeli sepi jika mudik dilarang.

“Alhamdulillah dari pagi sampe sore dapat Rp 900 ribu perhari kalo pas mudik boleh bisa dapat Rp 2 juta perhari,” ungkap Kutri.

Pantauan detikcom, di jalur Pantura sejak kemarin hingga hari ini, banyak pemudik pemotor yang sudah curi start mudik. Mereka mengaku melakukan itu agar terhindar dari penyekatan petugas yang akan dilakukan saat mudik dilarang. (*)

Sumber: Detikcom

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement