Connect with us

Regional

Komplotan Perampok Dengan Modus Mobil Travel yang Beraksi di Karawang Dibekuk di Jateng

Published

on

INFOKA.ID – Komplotan perampok dengan modus mobil travel yang korbannya warga Karawang, Jawa Barat diringkus di Jawa Tengah.

“Kami telah melakukan penyelidikan bersama Polda Jawa Tengah dan berhasil mengamankan pelaku di Jawa Tengah,” kata Kasatreskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy, Jumat (14/4/2023).

Dia mengungkapkan, ada dua pelaku dalam kasus tersebut yang berhasil ditangkap. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“Dua lagi masih pengejaran, dan tim kami tengah berangkat ke Polda Jawa Tengah untuk koordinasi hal itu,” ucapnya.

Ia mengatakan, kasus yang menimpa warga Karawang sama dengan peristiwa yang terjadi di wilayah Tegal, Jawa Tengah.

Berdasarkan keterangan, pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak empat kali diantaranya di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Nanti lengkapnya kami informasikan kembali, karena penanganan oleh Polda Jateng,” katanya.

Sebelumnya, viral video seorang pemuda dalam kondisi tangan terikat dan mulut dilakban ditemukan warga di area semak-semak di wilayah kawasan tower BIC, Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Karawang.

Kapolsek Cikampek, Kompol Ahmad Mulyana mengatakan, korban awalnya hendak pulang ke Karawang dengan menaiki travel pada Jumat (7/4/2023) sekitar pukul 22:48 WIB.

Saat itu, korban tengah menunggu bus tujuan Karawang di Pintu Tol Bekasi Timur. Tiba-tiba dia dihampiri pengemudi mobil Avanza hitam yang mengaku agen travel dengan tujuan akhir Purwakarta.

Di dalam mobil Avanza warna hitam itu ada 4 orang, yang terdiri dari tiga laki- laki dan satu wanita. Mereka memberikan tawaran kepada korban untuk naik kendaraanya dengan dalih satu arah karena mereka ke Purwakarta.

“Setelah naik, sopirnya bilang nyari satu lagi, tapi enggak dapat. Setelah itu jalan, tahu-tahunya setelah jalan korban dijerat, dan diikat, terus di lakban,” ungkapnya.

Korban dimintai uang oleh pelaku sebesar Rp 5 juta. Namun, korban hanya memilki uang Rp 50 ribu di dalam dompetnya.

“Akhirnya, korban telepon bosnya dengan alasan istrinya sakit. Dan dikasihlah uang Rp 1 juta. Terus, dia telepon ke temennya, dengan alasan istrinya pendarahan, sakit. Kemudian di transfer lah Rp 1 juta lagi,” ujarnya.

Uang Rp 2 juta itu lalu diambil pelaku. Korban lalu dibuang di kawasan Industri BIC, Purwakarta, dengan kondisi tangan dan muka dilakban.

“Mungkin pelaku takut ketahuan, arah kaburnya ke daerah mana usai mengambil telepon dan uang,” jelasnya. (*)