Connect with us

Regional

Kembali Puluhan Warga Diduga Keracunan, Komisi III DPRD Karawang Segera Panggil Pindodeli II

Published

on

KARAWANG – Warga korban keracunan gas yang diduga berasal dari PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II, terus berdatangan ke Rumah Sakit (RS) Rosela Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (14/9/2022).

“Ya banyak juga korbannya. Ada sekitar 36 orang,” ujar Ruqyah, salah seorang korban keracunan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, kepada awak media.

Diungkapkannya, pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, Rukyah membuka pintu rumah, tiba-tiba tercium bau menyengat masuk kedalam rumah. Sontak, ia pun langsung merasa mual dan pusing. Bahkan hal yang sama dirasakan mertua dan adik iparnya.

“Buka pintu jam 6 pagi, bau menyengat masuk kedalam, bau caustiq soda. Kita langsung pada keluar dan pada mengungsi,” tutur Ruqiyah.

“Termasuk adik ipar dan mertua saya pun mencium bau yang sama. Yang kerasa itu mual, karena menyengat sekali baunya, tenggorokan kering sampai keluar air mata,” imbuhnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Karawang yang juga Anggota Komisi III menegaskan pihaknya akan segera mengundang PT. Pindo Deli Pulp and Paper Mills II. Pasalnya, kejadian yang diduga akibat kebocoran gas yang menyebabkan masyarakat keracunan ini sebelumnya pun pernah terjadi.

“Karena ini bukan sekali saja ya, dan kejadian kali ini ada 36 orang menjadi korban. Pindodeli harus segera menyikapi ini,” tegasnya kepada awak media yang menemuinya di Rumah Sakit Rosela, Rabu (14/9/2022).

“Ini kan asap limbah yang datang ke masyarakat. Kita akan tanyakan kepada Pindodeli setelah kejadian ini. Kita akan panggil pihak Pindodeli-nya, karena ini sudah merugikan masyarakat dan sudah terjadi beberapa kali,” tandasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, peristiwa keracunan gas klorin dari pabrik PT Pindodeli II itu diduga bukan hanya sekali terjadi. Informasinya, pihak perusahaan berjanji akan memperbaiki saluran gas klorin pabrik, tapi hingga kini peristiwa keracunan masih terjadi. (cho)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement