Regional
Jemput Bola, Pendamping PKH dan Puskesos Tunggakjati Sambangi Warga Kurang Mampu
Published
6 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG– Guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran, Pegawai Pendamping PKH bersama PUSKESOS Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, melakukan aksi “turun gunung”. Petugas mendatangi langsung rumah-rumah warga yang dianggap kurang mampu untuk memberikan edukasi dan pengecekan data.
Nuril (36), Pendamping PKH Kelurahan Tunggakjati, menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan bersama Bapak Cahyu dari pihak Puskesos. Fokus utama mereka adalah memberikan arahan terkait bentuk bantuan sosial (bansos) yang seharusnya diterima oleh masyarakat.
“Iya kang, sengaja saya datang berkunjung bersama Pak Cahyu untuk memberikan edukasi. Kami ingin warga paham seperti apa bentuk manfaat bansos yang akan mereka terima,” ujar Nuril saat ditemui di lapangan, Rabu (08/04/2026).
Salah satu warga yang didatangi adalah Ibu Warnah (55), warga Dusun Wanasepi, RT 02/09, Kelurahan Tunggakjati. Menurut hasil pengecekan, Ibu Warnah diperkirakan akan menerima bansos berupa sembako atau BPNT pada bulan mendatang.
Nuril menegaskan pentingnya aksi “jemput bola” ini untuk memastikan validitas data penerima.
“Kami harus cek langsung ke rumah warga, melihat kondisi kartu ATM dan nomor PIN-nya apakah masih ada atau tidak. Jika ada kendala, kami bantu urus ke bank untuk memastikan kelayakan penerima,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nuril mengaku pekerjaan sebagai pendamping sosial membutuhkan niat yang ikhlas, terutama saat berhadapan dengan kaum ibu yang seringkali kesulitan memahami teknologi atau alat komunikasi modern (gaptek).
“Niatnya nawaitu ikhlas membantu. Meski setiap hari berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat, alhamdulillah yang dirasakan bukan hanya rezeki yang cukup, tapi badan juga terasa sehat,” tegas Nuril.
Aksi sigap para petugas ini mendapat apresiasi dari warga. Ibu Warnah (53) mengaku sangat senang dan terbantu dengan kehadiran petugas PKH dan Puskesos di kediamannya.
“Saya senang sekali didatangi petugas. Sekarang saya jadi tahu informasi jelas mana yang berhak dapat bantuan dan mana yang tidak. Setelah tahu, saya juga bisa bantu menjelaskan ke tetangga sekitar supaya tidak salah paham,” pungkas Warnah.(Mio)

You may like

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah

Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur

Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta

Kalapas Ajak Warga Binaan Berikhtiar Memperbaiki Diri melalui Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian

Kantor Hukum Cakra Buana Dorong Sosialisasi Masif UU Lalu Lintas untuk Pelajar Usai Insiden Maut di Karawang
Pos-pos Terbaru
- Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!
- Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah
- Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur
- Kekerasan Terhadap Pers Kembali Terjadi, AJI Palembang Tuntut Pengusutan Tuntas Kasus Penganiayaan Jurnalis
- Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta






