Connect with us

Regional

Jelang Nataru, Jalur Alternatif dan Jalur Wisata Jabar Diperbaiki

Published

on

INFOKA.ID – Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat memastikan jalan alternatif libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) dan jalur wisata pada di Jawa Barat dapat dilalui pengguna jalan dengan lancar.

Kepala Dinas BMPR Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, pihaknya membagi dua fokus pada jalan alternatif libur Natal dan Tahun Baru tol serta non tol. Yang kedua adalah jalan atau jalur wisata di Jabar.

Untuk alternatif, terdapat 27 jalur dan 114 ruas jalan yang terdiri dari wilayah utara, wilayah tengah, dan wilayah selatan.

Kemudian untuk jalur wisata, pihaknya membagi lima klaster yaitu Bopunjur, Sukabumi, Bandung Raya, Jabar Selatan, dan Cirebon Raya. Di sana terdapat 32 jalur serta 184 ruas jalan.

“Dari kedua kelompok jalur tersebut terdapat lubang yang kami tangani dengan total 1.100 lubang,” ujarnya dikutip Pikiran-Rakyat.com, Minggu (18/12/2022).

“Nah ini yang harus kita tuntaskan, dengan target 21 Desember ini sudah harus tidak berlubang,” ucapnya.

Menurut dia, dengan keterbatasan waktu maka efektivitas kerja kita harus tinggi, di tengah cuaca ekstrem saat ini. Jangan sampai pengguna jalan merasa tidak nyaman.

Selebihnya, pihaknya sejak pekan kemarin hingga tanggal 3 Januari 2023 fokus untuk memberikan kelancaran dan kenyamanan pengguna jalan menjelang hingga pascalibur Nataru.

Bambang memaparkan, hujan ekstrem yang menyebabkan rawan bencana longsor di sejumlah titik lokasi sepanjang jalan provinsi membuat Dinas BMPR Jabar siaga dan sigap.

Sekitar 43 posko Nataru didirikan tersebar di 27 jalur 114 ruas jalan provinsi yang berpotensi digunakan sebagai jalur Natal dan Tahun Baru.

Tak hanya itu, disiagakan alat-alat berat di 22 posko yang setiap saat dapat digunakan untuk membantu memperlancar libur Nataru.

“Titik-titik posko itu kita pilih, kepada tingkat resiko atau potensi terjadinya kemacetan atau kebencanaan yang kemudian dijadikan variabel. Pada beberapa spot juga ada yang memang kita siapkan alat-alat berat, di antaranya ada di Kabupaten Garut di Talegong, di wilayah Sukabumi di Palangpang Ciletuh, itu kita stand by kan,” ucap Bambang.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, terutama saat melewati daerah rawan bencana.

Seperti halnya di ruas jalan Talegong Cisewu hingga Rancabuaya Garut, jalur tersebut rawan bencana longsor.

“Masyarakat, khususnya para pemudik, kami himbau tetap berhati-hati saat melewati daerah-daerah yang rawan bencana. Apalagi saat ini cuaca cukup ekstrem,” ujarnya. (*)

Sumber: Pikiran-Rakyat.com