Regional
Jaga Tradisi Leluhur, Fordaru Cilamaya Gelar Haul Ki Buyut Lurah Surtinem
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Setiap tanggal 15 Sya’ban, lurah pertama Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan diperingati haulnya. Leluhur dengan nama asli Pangeran Kusumajaya bin Sultan Sena Sepuh Jaenudin, wafat pada 15 Sya’ban tahun 1294 Hijriyah dengan gelar Lurah Bintang.
Pada Minggu (28/32021), lurah pertama Desa Tegalwaru yang tercatat berhasil mengangkat “Klonengan” atau kunci bandul sebesar kerbau yang tenggelam di Barugbug di hadapan Belanda dan Bupati kala itu, di peringati haulnya yang bertepatan dengan hari Nisfu Sya’ban.
Forum Pemuda Dusun Tegalwaru (Fordaru) melibatkan diri dalam kegiatan tersebut sebagai wujud pelestarian tradisi leluhur, bahkan selain peringatan haul, kegiatan tersebut juga di isi dengan santunan anak yatim piatu dan jompo, sedekah tumpeng, doa berjamaah di komplek makam dan taushiyah agama.
“Kemarin Fordaru turut serta dalam gelaran acara haul Ki Buyut Lurah Surtinem julukannya dan santunan anak yatim dan jompo di komplek makam. Jumlah yatim yang kita santuni sebanyak 50 anak dan jompo 30 orang. Masyarakat Alhamdulillah beramai-ramai hadir mengikuti tawasul dan doa bersama di halaman makam buyut lurah surtinem komplek pemakaman kampung Tegalwaru dengan meriah, khidmat dan khusyuk,” kata Saepudin, selaku salah satu penyelenggara, Senin (29/32021).
Sambung Saepudin, kegiatan ini berlangsung lancar dengan sumber pendanaan santunan dari para donatur dan dermawan.
“Masyarakat datang sambil membawa tumpeng dari rumah masing-masing, dan dilanjut dengan makan bersama. Selama berjalannya acara masyarakat tertib dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ungkapnya.
Selain di isi dengan sambutan yang di sampaikan ketua penyelenggara oleh Ade fatimah, S.Pd, penyampaian sejarah dan doa juga di sampaikan juru kunci makam Yumsilah, S.Pd.
Yumsilah, mengatakan, Lurah Surtinem bergelar lurah bintang yang wafat pada tahun 1878 Masehi atau 1294 Hijriyah.
Yumsilah menjelaskan, Ki Buyut Lurah Surtinem adalah tokoh besar di samping kades pertama desa ini.
“Beliau ini, sangat berjasa pada negara, selain berperang sebagai raja dan panglima dengan membawa 17 panglima perang Cirebon saat perang “Randu” melawan Belanda, Ki Buyut juga tercatat sebagai figur sentral yang terlibat dalam perang batavia berbarengan dengan perang diponegoro,” terangnya.
Sambungnya, Ki Buyut adalah sosok yang mengambil “klonengan” sebesar kerbau atau konci bandul Bendungan Barugbug yang tenggelam terbawa arus.
Kala itu, tak satupun pejabat atau orang yang sanggup mengambilnya ketika pemerintah Belanda memarahi bupati akibat tenggelamnya klonengan pintu bendungan tersebut.
“Tapi atas seizin Allah SWT, beliau masuk kedalam air, menyelam dan mengangkat klonengan itu hanya dengan satu tangan saja dam di acungkannya ke hadapan Bupati dan Belanda kala itu, ” tutupnya. (adv)

You may like

Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika

Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari

Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik

Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang

Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita

DPUPR Karawang Tindaklanjuti Usulan Pemdes Rengasdengklok Utara Atasi Banjir
Pos-pos Terbaru
- Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika
- Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari
- Timkes Puskesmas Tunjuk IPAL Dapur SPPG MBG Milik Ponpes Al-Bhagdadi Rengasdengklok Dinilai Paling Baik
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern







