Regional
Jabar Diproyeksikan Jadi Provinsi Swasembada Beras, Tingkatkan Produktivitas Petani
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah pusat telah menyiapkan Jawa Barat sebagai provinsi swasembada beras. Salah satunya dengan teknologi digitalisasi yang dapat dimanfaatkan oleh para petani milenial Jawa Barat, khususnya petani Karawang dalam mengoptimalkan produksi pertaniannya.
“Kita sudah meneliti selama satu tahun akan mulai kita kembangkan yang bisa menaikkan di atas 10 ton per hektar,” ujar Ridwan Kamil saat Panen Raya dan Rempug Tani Nasional bersama Dr. Salim Segaf Al Jufri yang dihadiri juga oleh Bupati Karawang, di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Selasa (28/9/2021).
Ridwan Kamil menjelaskan produktivitas tonase per hektare sawah di Indonesia harus seperti dua negara Asia Tenggara yaitu Vietnam dan Thailand.
“Sehingga pertama untuk yang sudah baik seperti pertanian beras ini kita terus mendukung peningkatan produksi per hektarenya, di Thailand dan Vietnam sudah 20 ton per hektare di Indonesia masih belum,” ujarnya.
Oleh karena itu, beberapa proses perbaikan terus dilakukan oleh Pemda Provinsi Jabar guna menunjang peningkatan tonase tersebut.
Selain meningkatkan produksi per hektare, harus ada pembeli pasti yang memang membutuhkan suplai beras. Apabila hal itu terjadi harga beras pun tidak akan fluktuatif dan tentunya sudah dikunci oleh pembeli rutinan.
“Tentu dalam proses penjualan kita terbanyak pembeli-pembeli yang sudah pasti sehingga harganya sudah dikunci. Sehingga nanti harga petani bisa dinaikkan sedangkan harga pembeli bisa turun sedikit,” ungkapnya.
Alih fungsi teknologi pun, kata Ridwan Kamil, menjadi dukungan nyata dalam meningkatkan produksi juga cara jual beli gabah.
Sementara itu, mantan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan ingin menghadirkan pengusaha lain dengan kebesaran hatinya dalam membeli gabah.
“Saya ingin hadirkan adalah kehadiran pengusaha lain dengan kebesaran hati bisa pemerintah yang hadir seperti yang dijelaskan pak gubernur,” imbuhya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah penting dalam membeli harga gabah.“Karena panen itu pasti ada, sunatullah. Kemudian apabila pemerintah mengimpor pasti harga gabah jatuh,” paparnya.
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana dalam kesempatan tersebut melaporkan kepada Gubernur bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang telah memproteksi 97 ribu hektar lahan teknis dengan produksi 1,3 juta ton GKG per tahun, kebutuhan Karawang 500 ribu ton per tahun, dan 800 ribu ton untuk nasional.
“Untuk di wilayah Lemah Abang sendiri lahan 1 hektar dapat menghasilkan 8 ton padi. Hanya saja persoalan yang masih dihadapi para petani saat ini adalah belum memiliki alat pengering padi. Dan kami berharap Bapak Presiden dapat memberi bantuan kepada kami alat tersebut,” ungkap Cellica.
Selain itu, kata Bupati, Karawang juga telah memiliki 8 kawasan industri yang berada di wilayah Barat dan timur. Sekira 2000 pabrik telah berdiri di kawasan industri tersebut, dan menyerap banyak tenaga kerja. (*)


You may like

Sinergi Pupuk Kujang bersama Kalangan Industri di Karawang Distribusikan Hewan Kurban untuk Masyarakat

Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Imigrasi Karawang Gelar Layanan Paspor Simpatik

Satreskrim Polres Karawang Tangani Dugaan Penipuan Lowongan Kerja

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Karawang Siap Pasok Hasil Panen untuk Makan Bergizi Gratis

Bapenda Karawang Permudah Pembayaran PBB-P2 Secara Digitalisasi

Ketua DPRD Karawang Dorong Percepatan Perbaikan Infrastruktur Jalan
Pos-pos Terbaru
- Sinergi Pupuk Kujang bersama Kalangan Industri di Karawang Distribusikan Hewan Kurban untuk Masyarakat
- Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Imigrasi Karawang Gelar Layanan Paspor Simpatik
- Satreskrim Polres Karawang Tangani Dugaan Penipuan Lowongan Kerja
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Karawang Siap Pasok Hasil Panen untuk Makan Bergizi Gratis
- Bapenda Karawang Permudah Pembayaran PBB-P2 Secara Digitalisasi






