Connect with us

Nasional

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Kamp Pengungsi Nuseirat

Published

on

INFOKA.ID – Pemerintah Indonesia mengecam kebiadaban berulang yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru Israel terhadap kamp pengungsi di Nuseirat, Gaza tengah pada Sabtu (8/6/2024).

“Indonesia mengecam keras kebiadaban berulang yang dilakukan Israel di Gaza termasuk di Kamp Nuseirat,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan di media sosial X, Minggu (9/6/2024).

Dalam keterangan itu disebutkan Indonesia menyerukan segera diberlakukannya gencatan senjata dan penghentian perang secara permanen di Gaza.

Israel kembali menyerang Gaza tengah pada Minggu (9/6/2024), sehari setelah menewaskan 274 warga Palestina dalam sebuah serangan udara di Nuseirat. Tank-tank dilaporkan melaju ke wilayah lain di Rafah dalam upaya menutup sebagian kota tersebut, kata penduduk setempat dan media Hamas.

Berdasarkan lapuran terbaru, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 274 warga Palestina tewas dalam serangan di Nuseirat, naik dari jumlah sebelumnya yaitu 210 orang. Sebanyak 698 lainnya terluka ketika pasukan Israel menyerbu ke kamp padat penduduk itu.

Khalil Al Dakran, Direktur Rumah Sakit Al Aqsa di Deir Al Balah, Gaza tengah, mengatakan kepada Xinhua bahwa banyak warga Palestina yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit tersebut akibat serangan bom Israel yang intens di kamp Nuseirat dan Kota Deir Al Balah.

Juru Bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeina mengatakan bahwa serangan yang diluncurkan di Kamp Nuseirat itu merupakan kelanjutan dari perang “genosida” terhadap rakyat Palestina, di mana pemerintah Amerika harus “bertanggung jawab penuh”.

Perang itu disebutnya akan “menghancurkan segalanya dan mendorong segala sesuatunya ke arah yang berbahaya yang tidak akan membuat terwujudnya keamanan atau perdamaian bagi siapa pun”.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memberi instruksi kepada utusan Palestina di PBB untuk meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB guna membahas “pembantaian” yang dilakukan pasukan Israel di kamp pengungsi Nuseirat.

Abbas menekankan pentingnya intervensi internasional untuk menghentikan bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza, dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Dia menunjukkan bahwa Israel terus mengeksploitasi sikap diam internasional dan dukungan AS untuk melakukan kejahatan yang melanggar semua resolusi legitimasi internasional dan hukum internasional. (*)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement