Regional
Gatot Nurmantyo Dipukul Mundur Mau Datang Ke Tugu Proklamasi Rengasdengklok
Published
6 tahun agoon
By
admin
KARAWANG – Rabu (20/9/2020), dua kelompok massa dengan jumlah kekuatan mencapai hingga 100 orang nyaris terlibat bentrokan di pagar pembatas area monumen tugu proklamasi Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sekitar pukul 10.30 WIB.
Saat kejadian, kelompok massa dari Forum Rengasdengklok Bersatu yang tengah menunggu kedatangan sang Jendral mantan Panglima TNI Gatot Nurmantio bersama Rocky Gerung untuk Mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Rengasdengklok didatangi dan diteriaki oleh puluhan massa berseragam lembaga swadaya masyarakat (LSM) Gibas Cinta Damai untuk membubarkan diri.
Koordinator aksi massa dari LSM Gibas Cinta Damai Resort Rengasdengklok, Roni P, ketika dimintai keterangan Infoka, mendesak pada kelompok massa pendukung mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio yang berkumpul di dalam lokasi area monumen Tugu Proklamasi Rengasdengklok untuk segera membubarkan diri dengan alasan Karawang sebagai zona merah melarang untuk berkerumun karena bahaya penyebaran covid-19.
Oleh karena itu, LSM Gibas Cinta Damai dengan jumlah kekuatan massa sekitar 50 orang meminta pada aparat penegak hukum untuk segera membubarkan kelompok massa yang berkumpul di dalam area monumen tugu proklamasi Rengasdengklok,
“Karawang kan zona merah, harusnya peka jangan mengadakan kegiatan yang menimbulkan berkerumun masyarakat.” jelasnya.
Sebaliknya, Nana Satria Permana, selaku koordinator aksi massa dari Forum Rengasdengklok Bersatu mengklaim kehadiran massa di area lokasi monumen Tugu Proklamasi Rengasdengklok bersama-sama PPKL, Ustad dan juga sejumlah veteran dari Rengasdengklok hanya untuk menyambut kedatangan tamu Nasional selaku mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantiyo bersama Rocky Gerung untuk mendeklarasikan KAMI di Rengasdengklok. Diluar itu, Forum Rengasdengklok Bersatu tidak ada kepentingan politik dan juga perijinan kegiatan yang dituding menimbulkan kerumunam massa di monumen Tugu Proklamasi Rengasdengklok, Karawang.
“FRB hanya mendukung kebebasan berpendapat di muka umum yang akan dilaksankan oleh tokoh nasional, apalagi yang akan berbicara ini mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantiyo, Urusan teknis dan perijinan bukan ranah kami, sebagai tuan rumah yang baik, kami perlu tunjukan sikap yang baik, bahkan tidak ada kerumunan massa seperti dituding pada kami,” jelasnya. (sgt)

You may like

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Satukan Forkopimda dalam Olahraga Bersama dan Bagikan Hadiah Umrah

Imigrasi Karawang Gelar Patroli, Ingatkan Penjamin Kooperatif Laporkan Aktivitas dan Keberadaan WNA

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa

Menikmati Sisi Tenang Karawang Melalui Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Delonix Hotel Karawang

Peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah, Pemkab Karawang Bakal Santuni 1.000 Anak Yatim

Tak Cukup Perbaikan Teknis, Komnas PA Jabar Desak Investigasi Dugaan Pengubahan Password SPMB
Pos-pos Terbaru
- SP2MI Bersinergi dengan Kementerian Sosial Untuk Tingkatkan Keterampilan dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Kesetaraan/PKBM di Indonesia
- Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Satukan Forkopimda dalam Olahraga Bersama dan Bagikan Hadiah Umrah
- Imigrasi Karawang Gelar Patroli, Ingatkan Penjamin Kooperatif Laporkan Aktivitas dan Keberadaan WNA
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa
- Kasus Penganiayaan Junaidi alias Ajun, Massa Demo di Kejari Palembang: Tuntut Pasal Berlapis & Pendalaman Bukti







