Regional
Ditanya Anggaran Bumdes, Kades Pancakarya: Tanya Saja Kepada Operator dan Ketua Bumdes Ya!
Published
6 tahun agoon
By
admin
KARAWANG – Dana besar pemerintah yang dikucurkan ke tiap-tiap Desa sangat menggiurkan, anggaran yang berasal dari pemerintah pusat sengaja disalurkan cukup Besar. karna untuk membangun kualitas tiap Desa yang memang membutuhkan anggaran luar biasa besar, misalnya infrastruktur sampai memenuhi perlengkapan dan pasilitas kantor Desa tersebut.
Ditemui di kantornya, Kepala Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Ata mengaku banyak tidak tau soal anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Padahal Pemerintah pusat sejak tahun 2015 hingga tahun ini telah mengucurkan dana desa begitu besar untuk pembangunan dan pemberdayaan ekonomi desa lewat BUMDesa.
“Kalau soal anggaran BUMDesa tanya saja kepada operator dan ketua Bumdes ya, saya kurang apal, Lupa,” kata Ata Kades Pancakarya, kepada awak media, Senin (2/11/2020).
Ia menjelaskan bahwa anggaran yang di terima oleh Desa Pancakarya kecil beda dengan desa yang lain. Untuk tahun 2015 sekitar Rp 700 juta. Untuk pemberdayaan ekonomi lewat BUMDesa itu sebesar Rp 25 juta.
“Kalau tidak salah tahun 2015 itu hanya Rp 25 juta,” katanya.
Lanjut Ata, untuk tahun berikutnya anggaran BUMDesa di gunakan untuk rehab gedung BUMDesa. Namun, kata ia sebelum di rehab gedung tersebut roboh.
“Untuk tahun 2017, 2018, dan 2019 saya kurang tau. Kalau tahun sekarang (2020) itu anggaran untuk Covid-19,” jelasnya.
Selama ini kata ia, anggaran BUMDesa di Desa Pancakarya digunakan untuk simpan pinjam. Namun, pengelolaan simpan pinjam tidak berjalan dengan baik sehingga Desa Pancakarya mengalokasikan kembali untuk pemberdayaan ekonomi lewat BUMDesa di tahun 2019 untuk simpan pinjam. Kembali pengelolaan tidak berjalan sehingga banyak meninggalkan piutang di masyarakat.
“Ya begitulah, banyak yang tidak bayar masyarakat. Tapi kalau jumlah anggaran saya tidak tau, tanya saja kepada ketua BUMDesa,” tukasnya.
Sementara itu salah satu masyarakat, AS membantah pernyataan Kades terkait bangunan kantor BUMdes yang roboh.
“Tidak ada bangunan yang roboh, namun kalau untuk renovasi kecil kecilan itu ada,” tandasnya.
Diakuinnya juga tidak adanya keharmonisan antara Kades dan Ketua BUMdes menjadikan kinerja BUMdes kurang maksimal, pasalnya yang diketahui sudah beberapa kali ada pergantian Ketua BUMdes.
“Sudah beberapa kali ganti karena tidak terjalinnya komunikasi yang baik,” ungkapnya. (one)

You may like

UNSIKA Terjunkan 1.250 Mahasiswa KKN Batch 2 ke 99 Desa di Tiga Kabupaten

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Satukan Forkopimda dalam Olahraga Bersama dan Bagikan Hadiah Umrah

Imigrasi Karawang Gelar Patroli, Ingatkan Penjamin Kooperatif Laporkan Aktivitas dan Keberadaan WNA

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa

Menikmati Sisi Tenang Karawang Melalui Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Delonix Hotel Karawang

Peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah, Pemkab Karawang Bakal Santuni 1.000 Anak Yatim
Pos-pos Terbaru
- UNSIKA Terjunkan 1.250 Mahasiswa KKN Batch 2 ke 99 Desa di Tiga Kabupaten
- SP2MI Bersinergi dengan Kementerian Sosial Untuk Tingkatkan Keterampilan dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Kesetaraan/PKBM di Indonesia
- Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Satukan Forkopimda dalam Olahraga Bersama dan Bagikan Hadiah Umrah
- Imigrasi Karawang Gelar Patroli, Ingatkan Penjamin Kooperatif Laporkan Aktivitas dan Keberadaan WNA
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa







