Regional
Disparbud Jabar Targetkan 800 Pelaku Usaha Raih Sertifikat CHSE dari Kemenparekraf
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menargetkan sebanyak 800 pelaku usaha di bidang pariwisata meraih sertifikat cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Lewat pendampingan pendaftaran fasilitasi pembiayaan SNI CHSE yang diinisiasi oleh Kemenparekraf di Kota Bandung, diharapkan akan bertambah 800 pelaku usaha yang tersertifikasi SNI CHSE,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dinas Andrie Kustria Wardana dikutip Antara, Minggu (13/11/2022).
Ia menjelaskan dengan diraihnya sertifikat CHSE oleh pelaku usaha pariwisata maka hal itu akan meningkatkan keyakinan publik bahwa Indonesia sudah memenuhi standar internasional dalam hal kesehatan, kebersihan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan di lingkungan pariwisata.
Menurutnya, sertifikasi ini salah satu upaya tepat untuk memulihkan pariwisata Jawa Barat yang sempat terpuruk akibat pandemi.
“Kami dari Pemprov Jabar tentu berterima kasih dan mengapresiasi Kemenparekraf atas kesempatan yang diberikan. Mari kita manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” kata dia. Lebih lanjut, Andrie menuturkan dengan kegiatan ini diharapkan para peserta dapat memahami apa itu SNI CHSE dan memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya sertifikasi.
Kegiatan yang melibatkan puluhan pelaku usaha pariwisata secara hybrid tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan penerapan protokol CHSE sebagai pendukung tempat wisata.
Sosialisasi ini diselenggarakan di lima destinasi pariwisata superprioritas yaitu Candi Borobudur (Yogyakarta), Danau Toba (Sumatera Utara), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara), serta tiga provinsi dengan tingkat antusias tinggi pada bidang usaha pariwisata yaitu Bali, DKI Jakarta, dan juga Jawa Barat. (*)
Sumber: Antara

You may like

Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon

Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026

Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur

Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah
Pos-pos Terbaru
- Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!






