Connect with us

Regional

Diduga Kalah Saat Konfercab NU Karawang, Timses Minta Uang Dikembalikan

Published

on

KARAWANG – Usai Konfercab Nahdlatul Ulama (NU) pada Sabtu (26/3/2022) lalu, mulai bermunculan cerita-cerita lucu yang dilakukan oleh salah satu Calon Ketua PCNU yang ikut berlaga di ajang perhelatan lima tahunan tersebut.

Karena alami kekalahan, diduga calon tersebut melalui timsesnya, konon meminta uang puluhan juta rupiah yang sudah diberikan ke sejumlah MWC, minta dikembalikan lagi.

Menurut salah seorang Pengurus MWC NU Karawang Barat membenarkan kabar tersebut. Pihaknya mengaku telah mengembalikan uang tersebut ke JA melalui timses.

“Ya, sudah saya kembalikan ke yang bersangkutan. Lebih jelasnya silakan konfirmasi yang bersangkutan. Terima kasih, maaf mau istirahat,” ucapnya minta namanya tidak dipublikasikan, Senin (4/4/2022).

Hal senada diungkapkan juga oleh pengurus MWC NU Klari. Pihaknya pun mengaku telah mengembalikan uang tersebut. Menurutnya, pihaknya mengembalikan uang sumbangan dari kandidat bakal calon Ketua PCNU Karawang bukan atas dasar tekanan dari siapapun.

“Karena menurut kami sumbangan menjelang Konfercab akan menyisakan prasangka tidak baik bagi yang memberi atau yang menerima, lebih-lebih ada beberapa pengurus MWC Klari yang menolak sumbangan itu, akhirnya kami sepakat untuk mengembalikan sumbangan tersebut, kebetulan hampir semua Bakal Calon memberikan dan menerima kembali pengembalian sumbangannya,” tegasnya.

Sementara terpisah, Si Calon Ketua PCNU berinisial JA membantah jika telah mengintruksikan timsesnya untuk meminta kembali uang yang dianggapnya untuk sedekah kemajuan Organisasi MWC.

“Paska konfercab, saya sebagai kandidat tidak pernah berkomunikasi dalam kaitan hal yang tidak substansial, baik berkaitan dengan sedekah yang kami berikan. Tidak ada upaya itu (minta kembali.Red) baik arahan dari saya atau dari teman-teman (timses),” ucapnya.

Tetapi tidak dipulungkiri JA, jika ada MWC, salah satunya MWC Karawang Barat yang berniat ingin kembalikan sedekah karena infonya mereka ditekan internal sendiri lantaran dianggap tidak komitmen mendukungnya dalam perhelatan konfercab, sehingga diminta internal untuk kembalikan uang sedekah itu.

“Itu versi mereka, kalau dari kami tidak ada. Uangnya kami terima tapi langsung diserahkan untuk pembangunan Majelis di Kepuh yang dikelola Pak Anyang,” tandasnya. (rls/cho)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement