Ragam
Di Karawang, Ada Kisah Dusun Kalau Warganya Hajatan ‘Nanggap’ Organ Tunggal Bakal Kemalangan
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Meski zaman sudah modern, namun banyak daerah di Indonesia yang masih menjunjung tinggi tradisi dan percaya pada mitos turun temurun.
Misalnya saja warga di Dusun Banteng Ompong, Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat ini.
Warga Dusun Banteng Ompong sampai saat ini memiliki mitos bahwa siapa pun dilarang merayakan sebuah hajatan atau resepsi dengan ‘nanggap’ (mengundang,red) organ tunggal supaya tidak kena kemalangan.
Selidik punya selidik, menurut Ketua Karang Taruna Desa Cikarang, Hisam Gunawan, mitos di Dusun Banteng Ompong memiliki kaitan erat dengan perjalanan Syekh Quro ketika menyebarkan agama Islam di wilayah Karawang.
Saat Syekh Quro yang menyiarkan agama Islam memiliki seorang murid sakti bernama Buyut Mukmin yang tinggal di dusun ini.
Kata Hisam, ajaran Syekh Quro yang kental dengan nuansa keagamaan tersebut kemudian diteruskan ke warga Dusun Banteng Ompong. Dan sampai saat ini masih dipegang teguh. Bahkan di dusun ini petilasan Buyut Umi disakralkan dan dilestarikan.
“Ini tradisi yang dipertahankan. Mitos positif yang mengajarkan tentang rasa syukur atas nikmat yang diberikan tuhan. Tradisi tidak nanggap organ tunggal dan malah mengisi melalui qosidahan atau ceramah keagamaan, tidak lain adalah bentuk lain dari ungkapan syukur nikmat,” katanya.
Menjawab pertanyaan, Hisam menyebut soal mitos kemalangan bagi warganya yang nekad membuka resepsi dengan mengundang organ tunggal memang aneh. Apalagi mitos itu hanya berlaku pada penduduk Dusun Banteng Ompong yang saat ini berjumlah sekitar 1600 jiwa.
Setidaknya ada tiga mitos seram yang akan berimbas pada kemalangan, diantaranya mengalami kebangkrutan, perceraian sampai kehilangan nyawa.
“Pernah ada yang nekad dan tidak percaya dengan pantangan itu, dan akhirnya kejadian. Ini bukan sekali saja kejadiannya. Saya juga heran dan aneh. Tapi ya ini kan tradisinya,” papar Hisam.
Namun demikian dibalik mitos yang dipercaya warga Dusun Banteng, Hisam memilih untuk memaknai tradisi tersebut sebagai hal yang positif.
“Sisi positifnya lebih besar. Apalagi acara organ tunggal identik dengan hura hura. Kan lebih baik diisi dengan acara keagamaan. Tentram dan menambah ilmu serta keimanan,” tutupnya. (red)

You may like

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah

Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur

Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta

Kalapas Ajak Warga Binaan Berikhtiar Memperbaiki Diri melalui Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian

Kantor Hukum Cakra Buana Dorong Sosialisasi Masif UU Lalu Lintas untuk Pelajar Usai Insiden Maut di Karawang

Laskar Farm Lapas Karawang Unjuk Gigi, Kirim Sapi Unggulan ke Kontes Piala Presiden 2026
Pos-pos Terbaru
- Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah
- Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur
- Kekerasan Terhadap Pers Kembali Terjadi, AJI Palembang Tuntut Pengusutan Tuntas Kasus Penganiayaan Jurnalis
- Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta
- Kalapas Ajak Warga Binaan Berikhtiar Memperbaiki Diri melalui Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian






