Regional
BMKG: Wilayah Jawa Barat yang Terancam Tsunami Megathurst Tertinggi
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa pesisir Tasikmalaya akan menjadi area yang paling parah disapu tsunami jika terjadi gempa di zona megathrust Selatan Jawa.
Menurut BMKG, Jabar merupakan wilayah yang berhadapan langsung dengan zona subduksi selatan Jawa, baik subduksi Selat Sunda maupun subduksi Jawa Barat.
Temuan ini merupakan hasil pemodelan dan pemetaan BMKG terkait dampak gempa di zona megathrust – dengan kekuatan 8,7 baik di Selat Sunda maupun di pesisir selatan Jawa Barat – terhadap kawasan di garis pantai selatan Jawa Barat.
Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menuturkan, dengan kondisi tersebut maka berdampak terhadap ancaman tsunami akibat gempa bumi. Upaya mitigasi gempa bumi yang dilakukan oleh pihaknya yaitu melakukan pemodelan bahaya tsunami dalam bentuk peta bahaya tsunami di 5 kabupaten di wilayah Jawa Barat yang memiliki pesisir selatan.
“Di antaranya Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (22/3/2022).
Dia menuturkan, terdapat dua skenario gempa bumi yang digunakan dalam pemodelan yaitu gempa bumi dengan magnitudo 8,7 di zona subduksi Selatan Sunda untuk Kabupaten Sukabumi dan Cianjur. Sedangkan gempa dengan magnitudo 8,7 di zona subduksi Jawa Barat-Tengah untuk Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran.
Teguh melanjutkan, skenario gempa bumi megathrust didasarkan pada segmentasi dan magnitudo maksimum subduksi Indonesia yang bersumber dari buku peta sumber dan bahaya gempa Indonesia tahun 2017.
Dia mengatakan, peta bahaya tsunami di Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi memperlihatkan estimasi luasan daerah rendaman tsunami dan waktu tiba gelombang tsunami di Pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.
“Berdasarkan pemodelan tsunami yang telah dilakukan, estimasi tinggi tsunami (di Pelabuhan Ratu) maksimum 18 meter, estimasi waktu tiba gelombang tsunami 18 menit,” katanya.
Selanjutnya, peta bahaya tsunami di Pantai Apra, Sindangbarang, Kabupaten Cianjur menunjukkan estimasi tinggi tsunami maksimum 9 meter dan etimasi waktu tiba gelombang tsunami 10-15 menit. Selain itu di Pameungpeuk Kabupaten Garut estimasi tinggi tsunami maksimum 19 meter dan etimasi waktu tiba gelombang tsunami 10-15 menit.
Sedangkan di Pantai Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya estimasi tinggi tsunami maksimum 23 meter dan estimasi waktu tiba gelombang tsunami 15 menit dan di Desa Pangandaran dan Desa Pananjung, Kabupaten Pangandaran estimasi tinggi tsunami maksimum 15 meter dan estimasi waktu tiba gelombang tsunami mencapai 36 menit. (*)

You may like

Bank BJB Karawang Berbagi Keberkahan Iduladha, Salurkan Sapi dan Domba untuk Masyarakat

Wujud Kepedulian Sosial, Polres Karawang Gelar Jumat Berkah

Dalih Antar Pulang Anak Mengaji, Pria diKarawang Tega Cabuli Bocah 5 Tahun

Empat Saksi Sudah Diperiksa, Polres Karawang Tegaskan Kasus Kekerasan Seksual Anak Masih Berproses

Primaya Karawang Expo 2026: Hadirkan 40 Dokter Spesialis dan Health Talk untuk Masyarakat

Sinergi Pupuk Kujang bersama Kalangan Industri di Karawang Distribusikan Hewan Kurban untuk Masyarakat
Pos-pos Terbaru
- Bank BJB Karawang Berbagi Keberkahan Iduladha, Salurkan Sapi dan Domba untuk Masyarakat
- Wujud Kepedulian Sosial, Polres Karawang Gelar Jumat Berkah
- Dalih Antar Pulang Anak Mengaji, Pria diKarawang Tega Cabuli Bocah 5 Tahun
- Empat Saksi Sudah Diperiksa, Polres Karawang Tegaskan Kasus Kekerasan Seksual Anak Masih Berproses
- Primaya Karawang Expo 2026: Hadirkan 40 Dokter Spesialis dan Health Talk untuk Masyarakat







