Connect with us

Regional

Banjir Merendam Ribuan Rumah di Rengasdengklok Karawang

Published

on

INFOKA.ID – Sebanyak 3.280 rumah warga di lima desa di Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat terendam banjir akibat hujan deras yang melanda Karawang beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Ferry Muharam mengatakan warga yang terdampak banjir ada 12.342 orang dari 3.340 keluarga.

“Ada lima desa yang terdampak. Yakni Desa Rengasdengklok Selatan, Rengasdengklok Utara, Kertasari, Amansari, dan Karyasari,” kata Ferry, Selasa (3/1/2023).

Ia mengatakan, banjir terjadi sejak tanggal 1 hingga 2 Januari 2023. Banjir terjadi karena genangan akibat curah hujan yang tinggi di awal tahun 2023.

Menurutnya, hingga Selasa (3/1/2023) sore, banjir di Desa Karyasari dan Amansari sudah surut. Adapun di Desa Rengasdengklok Utara, Rengasdengklok Selatan, hingga Kertasari masih terdapat genangan.

Berdasarkan data yang diterima, di Desa Rengasdengklok Utara ada 114 rumah terendam dengan 1.000 warga dari 125 keluarga terdampak. Ketinggian air 30 hingga 50 sentimeter.

Lalu di Desa Rengasdengklok Selatan ada 2.888 rumah terendam dengan 9.967 warga terdampak dari 2.930 keluarga. Ketinggian air mencapai 30 hingga 90 sentimeter.

Kemudian di Desa Kertasari ada 278 rumah terendam dengan 1.375 warga terdampak dari 285 keluarga.

Ferry mengatakan, pihaknya telah melakukan assesment untuk mendata jumlah warga terdampak hingga pendistribusian logistik. Adapun logistik yang dibutuhkan yakni sembako untuk dapur umum, seperti beras, telur, air mineral, minyak sayur, dan kecap.

Selain itu, BPBD Karawang juga melakukan penyedotan air untuk mempercepat proses surut air.

Sementara, Sarbo, salah satu warga Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok yang menjadi korban mengatakan akibat tidak adanya saluran pembuangan air sehingga hujan deras yang mengguyur wilayahnya, mengakibatkan puluhan rumah warga terendam banjir.

“Hujan deras pas waktu malam pergantian tahun baru Minggu malam ada sekitar jam 02:00 WIB, terus disini juga tidak ada saluran pembuangan airnya, jadi setiap diguyur hujan lebat atau musim hujan pasti kebanjiran setiap tahunnya,” kata Sarbo.

Terpisah, Rohati warga dusun Karajan B, Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok menyampaikan bahwa banjir yang merendam puluhan rumah warga di Desa Kertasari kerap terjadi setiap musim hujan.

“Sudah nggak aneh disini mah kejadian banjir seperti ini, soalnya hampir setiap tahun kalau musim hujan pasti banjir,” ujarnya.

Rohati juga berharap kepada pemerintah Kabupaten Karawang di tahun 2023 bisa mencarikan solusi agar tidak terjadi lagi banjir yang melanda Desa Kertasari.

“Semoga kedepannya kami berharap pemerintah kabupaten Karawang bisa mencari solusi atau bisa membangun saluran air khususnya di wilayah kali mati atau di desa Kertasari yang sering kali banjir setiap tahunnya,” pungkasnya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement