Connect with us

Regional

Azka, Bocah 4 Tahun Selamat dari Gempa Cianjur Setelah Tertimbun Selama 3 Hari

Published

on

INFOKA.ID – Azka, seorang anak berusia 4 tahun yang berhasil dievakuasi dan selamat usai tertimbun 3 hari di puing reruntuhan rumah setelah tempat tinggalnya runtuh diguncang gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022).

Sebuah mukjizat, Azka bertahan hidup selama tiga hari tanpa makan dan minum. Tembok yang runtuh masih tertahan tembok lain sehingga tidak menimpa badan bocah tersebut.

Azka berhasil ditemukan pada Rabu siang pukul 11.15 WIB di rumahnya yang ambruk langsung dilakukan evakuasi oleh tim penyelamat gabungan.

Bocah tersebut merupakan warga dari Kampung Rawa Cina, Desa Nagrak, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Saat selesai dievakuasi Azka dalam keadaan sehat dan tidak terlihat luka akibat reruntuhan. Azka langsung dilarikan ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Azka kini menjalani perawatan medis di RSUD Cianjur yang terletak di Tenda C. Adapun pasien korban gempa di RSUD Cianjur memang dirawat di luar gedung guna mengantisipasi gempa.

Sebelumnya, Rabu (23/11/2022) pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, Tim SAR mulai melakukan pencarian yang difokuskan di empat titik di Kecamatan Cugenang. Di lokasi itu diduga masih banyak korban yang tertimbun oleh bangunan maupun longsor tanah.

Tim SAR itu merupakan tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, hingga petugas pemadam kebakaran dan para relawan kebencanaan. Tim tersebut pun menyisir kawasan Cugenang, tak terkecuali Kampung Rawa Cina.

Kemudian sejumlah personel Tim SAR itu berkoordinasi dengan warga untuk menunjukkan titik diduga adanya korban yang tertimbun.

Paman Azka, Wahyudin (29), saat itu menunjukkan kepada personel Tim SAR di mana Azka diduga berada terakhir kalinya sebelum gempa bumi melanda. Menurut Wahyudin, Azka berada di kamarnya yang kini bangunannya telah ambruk.

“Kan kalau jam-jam segitu, Azka itu biasanya tertidur di kamarnya sendirian,” kata Wahyudin.

Akhirnya para personel dari Tim SAR mencoba membobol tembok kamar yang telah ambruk di rumah Azka. Yang ditemukan adalah kayu lapis atau tripleks. Akan tetapi, saat itu pula ditemukan ada tanda-tanda kehidupan.

Saat itu, Azka mulai melihat cahaya dan tangan-tangan dari petugas Tim SAR yang berusaha meraihnya. Dan akhirnya Azka berhasil dikeluarkan dari reruntuhan bangunan dan langsung diserahkan ke pamannya.

Suasana bahagia sekaligus haru pun menyelimuti pada detik-detik penyelamatan Azka sebagai titik harapan warga lainnya. Azka pun kemudian dilarikan ke RSUD Cianjur secepat mungkin menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis, ditemani oleh paman beserta bibinya.

Kabar bahagia penyelamatan Azka diiringi dengan kabar duka. Sehari sebelum Azka ditemukan, ibunya meninggal dunia ketika ditemukan pada Selasa (23/11/2022).

Sedangkan nenek Azka yang saat gempa juga berada di rumah hingga kini belum ditemukan.

Wahyudin menduga nenek Azka masih terperangkap di rumah Azka yang sudah rata dengan tanah.

Komandan Resimen Pasukan 1 Pelopor Brimob Petugas SAR Iptu Eddy mengatakan di Kampung Rawa Cina itu ada 51 personel SAR dan 10 petugas preventif yang melakukan pencarian korban.

“Dilaporkan satu korban wanita masih tertimbun sedang dalam proses pencarian menggunakan peralatan dari Damkar,” kata Eddy.

Bagi petugas, ditemukan dan diselamatkannya Azka dalam kondisi hidup menjadi penyemangat untuk menemukan korban-korban lain yang masih dinyatakan hilang dalam bencana gempa Cianjur. (*)

Sumber: Berbagai sumber