Regional
Ada 5000 Ton Beras Impor Tahun 2018 di Gudang Bulog Cirebon
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Kepala Pimpinan Kantor Cabang Bulog Cirebon, Jawa Barat Ramadin Ruding angkat bicara mengenai wacana impor beras 1 juta ton oleh pemerintah.
Ramadin Ruding mengatakan saat ini masih terdapat 5.000 ton beras impor tahun 2018 yang berada di gudang, dan belum bisa dikeluarkan. Justru ia mengaku masih mencari cara agar ribuan ton beras impor itu terjual, di antaranya mengupayakan biaya operasional.
“Ada 5.000 ton beras impor tahun 2018 yang masih berada di gudang,” kata Ramadin Ruding, seperti dikutip Infoka dari Pikiran-Rakyat.com, Sabtu (20/3/2021).
Dia menilai, ketika beras tersebut akan dikeluarkan, butuh operasional lainnya, agar beras impor yang sudah berada di gudang sejak tahun 2018 itu dapat keluar.
“Kalau mau dikeluarkan kami harus menambah operasional lagi, agar beras ini dapat terjual,” ucapnya.
Ramadin Ruding mengatakan, saat ini total stok beras di gudang Kantor Cabang Bulog Cirebon yakni 70.000 ton.
Ini menunjukkan cadangan beras masih aman sampai 13 bulan ke depan.
Sedangkan untuk pengeluaran beras Bulog, Ramadin Ruding mengatakan saat ini hanya ketika ada operasi pasar yang saat ini dinamakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).
“Penyaluran kami hanya KPSH dan ketika panen raya KPSH juga diperkecil,” katanya.
Di sisi lain, Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menjamin tak akan adanya impor beras saat petani lokal memasuki panen raya, sehingga harga beras petani lokal akan aman.
“Saya jamin tidak ada impor ketika panen raya. Dan hari ini tidak ada beras impor yang menghancurkan harga petani,” ujar Mendag Muhammad Lutfi, pada Jumat, 19 Maret 2021.
Muhammad Lutfi juga menyampaikan data harga beras stabil di angka Rp11.000 per kilogram selama sepekan terakhir.
Adapun impor yang dimaksud adalah kebijakan impor sebagai pemenuhan stok di Bulog untuk berjaga-jaga.
Langkah tersebut dipilih, mengingat rendahnya daya serap gabah oleh Bulog pada Maret, di mana faktor musim hujan yang berdampak pada basahnya gabah, menjadi sebab Bulog hanya bisa menyerap 85.000 ton gabah.
“Jadi hitungan saya stok akhir Bulog yang 800.000, dikurangi stok impor 300.000 ton. Berarti stok itu tidak mencapai 500.000 ton, ini yang paling rendah dalam sejarah Bulog,” tutur Mendag.
Mendag Muhammad Lutfi juga menegaskan bila pengadaan Bulog di dalam masa panen berjalan baik, maka Mendag tidak masalah untuk tidak impor beras.
“Jadi anda bisa tahu bagaimana rasanya hati saya. Kalau pengadaan Bulog di dalam masa panen ini berjalan dengan baik, saya tidak masalah kita tidak impor selama stok Bulog mencapai satu juta,” katanya. (*)
Sumber: Pikiran-Rakyat.com


You may like

Angkat Hasil Bumi Bersama, Jajaran Polres Karawang Komit Jaga Ketahanan Pangan

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait Kawal Penyiapan Lahan Produktif di Wilayah Karawang

Laporan Kakak Korban Berbuah Cepat,Satres PPA dan PPO Polres Karawang Tangkap Ayah Diduga Perkosa Anak Kandung

Perkuat Kesadaran Pajak, Bapenda Karawang dan Fakultas Hukum UNSIKA Sosialisasikan Opsen PKB-BBNKB

Respons Cepat Aduan Warga yang Viral,Sipropam Polres Karawang Periksa 7 Saksi Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Brigadir RM

Jumat Berkah Tanpa Henti, Kapolres Karawang Hadirkan Kepedulian di Tengah Masyarakat
Pos-pos Terbaru
- Polres Karawang Tanam Benih Serentak di Lahan Produktif
- Sinergi TNI-Polri, Polres Karawang Tanam Benih Serentak demi Perkuat Ketahanan Pangan
- Pantau Kebun Jagung, Jajaran Polres Karawang Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal
- Dukung Swasembada Pangan, Polres Karawang Sinergi dengan Petani Pantau Kebun Jagung
- Aksi Nyata di Lapangan, Polres Karawang Tanam Benih Serentak demi Swasembada Pangan






