Connect with us

Regional

Unsika Resmi Mulai Pembangunan Amphitheatre dan Gedung Hortikultura di Kampus 2

Published

on

KARAWANG – Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) resmi memulai pembangunan fasilitas pendukung akademik baru berupa Gedung Amphitheatre serta Gedung Hortikultura dan Peternakan di area Agroeduhub pada Rabu (23/9) wilayah Kampus 2. Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat, dekanat, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang. Pembangunan proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung pada akhir tahun anggaran sebagai langkah nyata penguatan fasilitas pendidikan tinggi.

Rektor Unsika, Prof. Ade Maman Suherman, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari rangkaian pengembangan infrastruktur kampus yang dilakukan secara berkelanjutan. Fasilitas baru ini diharapkan tidak hanya menunjang kegiatan akademik, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial bagi seluruh civitas akademika Unsika.

“Ini tentunya bisa dijadikan sebuah media untuk komunikasi dan rekreasi, serta wahana refreshing yang mengaitkan kegiatan akademik dengan non-akademik. Gedung ini juga dapat dipakai oleh Fakultas Pertanian dan fakultas terkait untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik pengajaran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat,” ujar Prof. Ade Maman Suherman, Rabu (23/9).

Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa pendanaan proyek ini bersumber penuh dari anggaran Badan Layanan Umum (BLU) internal Unsika, berbeda dengan beberapa proyek kampus lain yang mengandalkan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pengalokasian dana ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran secara efektif dan tepat waktu sebelum penutupan tahun finansial.

Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unsika, Kamaluddin Rahmat, memaparkan rincian teknis terkait fungsi dari bangunan yang berdiri di kawasan Agroeduhub tersebut. Ia menjelaskan bahwa Gedung Amphitheatre dirancang khusus untuk memfasilitasi kegiatan berskala besar seperti kuliah umum, seminar, dan presentasi akademik dengan konsep panggung serta tempat duduk bertingkat.

“Gedung amphitheatre pada dasarnya seperti bioskop dengan satu ruangan besar aula, panggung di depan, dan kursi bertingkat. Sementara kawasan hortikultura diisi dengan tempat praktik seperti kandang aviary, rumah kasa, serta kandang ternak untuk menunjang kegiatan praktik mahasiswa,” jelas Kamaludin.

Terkait dengan nilai investasi, pelaksaan proyek penunjang pendidikan ini terbagi ke dalam dua paket pengadaan dengan efisiensi anggaran dari hasil negosiasi kerja sama. Pagu anggaran Gedung Amphitheatre tercatat sebesar Rp3,84 miliar dengan nilai kontrak Rp3,48 miliar, sedangkan Gedung Hortikultura memiliki pagu Rp2,35 miliar dengan nilai kontrak sebesar Rp1,77 miliar.

Seluruh proses pengerjaan kedua fasilitas tersebut ditargetkan memakan waktu selama 90 hari kerja yang dimaksimalkan hingga bulan November mendatang. Pihak universitas optimistis pengerjaan fisik dapat diselesaikan tepat waktu sehingga seluruh bangunan Agroeduhub siap difungsikan secara optimal pada tahun ajaran baru.(rls)