Regional
Imigrasi Karawang Gencar Cegah TPPO dan TPPM melalui Pembentukan Desa Binaan
Published
1 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang berkomitmen terus melakukan pencegahan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Andro Eka Putra dalam acara ngobrol bareng jurnalis pada Jum’at, 23 Mei 2025.
Andro menerangkan, ada beberapa langkah mitigasi yang dilakukan pihaknya untuk mencegah TPPO dan TPPM di Kabupaten Karawang.
Strategi dan langkah mitigasi yang dilakukan antara lain; penolakan dan pembatalan permohonan paspor, edukasi melalui media sosial, penunjukkan petugas imigrasi pembina desa (pimpasa) dan pembentukan desa binaan Imigrasi, serta pembuatan video animasi yang berisi edukasi atau imbauan untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) prosedural.
“Singkatnya, TPPO itu adalah perdagangan orang (ada unsur paksaan dan intimidasi) sedangkan TPPM tidak, orang yang bersangkutan berkenan untuk dikirim ke luar negeri secara ilegal atau diselundupkan,” terangnya.
Pencegahan TPPO dan TPPM ini, lanjut Andro, harus dilakukan. Adapun dasar hukumnya, merujuk pada Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO, Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, serta Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 11 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Korban TPPO di Lingkungan Direktorat Jendral Imigrasi.
Dalam layanan paspor sendiri, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang telah melakukan penolakan dan pembatalan 163 permohonan paspor.
163 permohonan paspor tersebut terinci ada 3 paspor rusak, 94 terindikasi akan menjadi PMI non prosedural, 3 perubahan biodata paspor, 4 pengambilan paspor lebih dari 30 hari, 5 melebihi batas waktu pembayaran, dan 54 duplikasi permohonan.
Sementara di luar itu, ada sebanyak 72 pembatalan permohonan paspor karena pemohon tidak dapat melengkapi berkas yang diminta.
“Kami berkomitmen untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan TPPO dan TPPM di Kabupaten Karawang. Kami juga sudah membentuk 5 desa binaan di Kecamatan Cilamaya Wetan,” pungkasnya.
Diketahui 5 desa binaan tersebut merupakan desa yang penduduknya banyak menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), sehingga Imigrasi melakukan pembinaan khusus agar bisa memberantas TPPO dan TPPM.(rls)


You may like

Polresta Karawang Perkuat Keselamatan Ojol Kamtibmas Lewat Safety Riding dan PPGD

Melalui Passport Emergency, Imigrasi Karawang Jemput Bola Layani Pemohon Sakit di Desa Wadas

Ruang Raya Karawang 2026 Siap Digelar, Musik, Komunitas, dan Kreativitas Bertemu dalam Satu Ruang

Kejari Karawang Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara

Kecipratan Air hingga Kehujanan?Galaxy A57 5G Jadi Solusi dengan Perlindungan IP68

Alfamart dan Sweety Lanjutkan Komitmen Melalui Program Alfamart Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat di Indonesia
Pos-pos Terbaru
- Polresta Karawang Perkuat Keselamatan Ojol Kamtibmas Lewat Safety Riding dan PPGD
- Melalui Passport Emergency, Imigrasi Karawang Jemput Bola Layani Pemohon Sakit di Desa Wadas
- Ruang Raya Karawang 2026 Siap Digelar, Musik, Komunitas, dan Kreativitas Bertemu dalam Satu Ruang
- Kejari Karawang Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara
- SHARP Perkuat Hubungan dengan Pelanggan melalui Inovasi, Pengalaman, dan Layanan





