Regional
Kementerian PUPR Perbaiki 125 Bangunan SD di Cianjur
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Kementerian PUPR memperbaiki 125 bangunan sekolah dasar (SD) yang rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat, sementara sisanya akan dibangun Pemerintah Kabupaten Cianjur dari dana bantuan lain.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur Arifin mengatakan, hingga saat ini jumlah bangunan sekolah yang rusak berat terdampak gempa dan sudah diperbaiki pihak kementerian sebanyak 125 sekolah tersebar di Kecamatan Cugenang, Cianjur, dan Warungkondang, sedangkan sekolah rusak sedang dan ringan diperbaiki dengan program lain seperti dari CSR, DAK, dan lainnya.
“Untuk sekolah yang tidak masuk dalam daftar kementerian, akan dibangun dari APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK) atau Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2024, Jumlah sekolah yang belum mendapat bantuan perbaikan tidak lebih dari 5 bangunan SD,” katanya, Senin (27/11/2023).
Ia mengatakan bahwa dari seratus lebih bangunan sekolah yang rusak, sebagian besar sudah kembali digunakan untuk proses belajar mengajar secara normal, hanya beberapa SD yang belum mendapat bantuan.
“Bangunan SD yang belum mendapat bantuan perbaikan tidak lebih dari 5 SD tersebar di Kecamatan Pacet dan Warungkondang dengan kondisi rusak berat dan sedang, akan dibangun kembali menggunakan APBD dan DAK Cianjur tahun depan,” katanya.
Menurutnya, terkait SDN Cugenang yang masih menjalani proses belajar mengajar di dalam tenda karena bangunan sekolah yang rusak berat belum mendapat bantuan. Ia mengatakan, tidak akan direlokasi namun masih menunggu proses kelengkapan administrasi kepemilikan tanah.
“Kami sudah meminta pihak sekolah segera melengkapi dokumen tanah termasuk Hak Guna Pakai atau hibah dari desa, sehingga saat kembali dibangun tidak menimbulkan permasalahan atau gugatan,” katanya.
Dia memastikan setelah dokumen tanah lengkap, pembangunan akan dilakukan Kementerian PUPR, bahkan informasi terbaru pihak kementerian sudah melakukan survei dan verifikasi ke SDN Cugenang guna memulai pembangunan.
“Hasil survei awal dari BMKG, SDN Cugenang harus direlokasi karena berada di zona merah gempa Cugenang, namun setelah pembaruan dilakukan, lokasi tersebut tidak masuk ke dalam zona merah, sehingga akan segera dilakukan pembangunan kembali,” tandasnya.


You may like

Polresta Karawang Gelar Sertijab Kapolsek Jajaran, Kombes Pol Mario Prahatinto Tegaskan Penguatan Pelayanan Publik

Pastikan Wilayah Penyangga Ibu Kota Kondusif, Kapolresta Karawang Bersama Karo Ops Polda Jabar Pimpin Pengamanan Suporter Bola

Polresta Karawang Imbau Suporter Persib Tak Berangkat ke Jakarta, Minta Nonton di Rumah atau Lokasi Nobar

Polresta Karawang Perkuat Keselamatan Ojol Kamtibmas Lewat Safety Riding dan PPGD

Melalui Passport Emergency, Imigrasi Karawang Jemput Bola Layani Pemohon Sakit di Desa Wadas

Ruang Raya Karawang 2026 Siap Digelar, Musik, Komunitas, dan Kreativitas Bertemu dalam Satu Ruang
Pos-pos Terbaru
- Polresta Karawang Gelar Sertijab Kapolsek Jajaran, Kombes Pol Mario Prahatinto Tegaskan Penguatan Pelayanan Publik
- Pastikan Wilayah Penyangga Ibu Kota Kondusif, Kapolresta Karawang Bersama Karo Ops Polda Jabar Pimpin Pengamanan Suporter Bola
- Polresta Karawang Imbau Suporter Persib Tak Berangkat ke Jakarta, Minta Nonton di Rumah atau Lokasi Nobar
- Polresta Karawang Perkuat Keselamatan Ojol Kamtibmas Lewat Safety Riding dan PPGD
- Melalui Passport Emergency, Imigrasi Karawang Jemput Bola Layani Pemohon Sakit di Desa Wadas





