Regional
Warga 3 Desa di Karawang Keluhkan Sungai Cibeet yang Menghitam dan Bau Menyengat
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Warga di sekitar Sungai Cibeet di Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, mengeluhkan kondisi sungai yang menghitam dan bau menyengat.
Sebab, Sungai Cibeet menjadi sumber air puluhan ribu warga Desa Wanajaya, Wanakerta dan Mekarmulya.
Pjs Kepala Desa Wanakerta, Suherman menjelaskan bahwa kondisi air Sungai Cibeet saat ini sangat buruk. Dengan kondisi itu, air Sungai Cibeet tidak mungkin digunakan oleh warga untuk mandi, mencuci, atau keperluan toilet.
Suherman menduga perubahan warna air pada sungai Cibeet akibat tercemar oleh limbah perusahaan. Apalagi kondisi itu dibarengi dengan bau tak sedap.
“Air berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat, diduga tercemar limbah perusahaan,” kata Suherman, pada Senin (16/10/2023).
Menurut Suherman, saat memasuki musim kemarau, warga akan memanfaatkan Sungai Cibeet untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci. Namun, dengan kondisi air yang buruk seperti ini, hal tersebut menjadi tidak mungkin.
“Kebetulan pada saat ini, kami bersama Danposmil, Dansub 03 CH bersama warga, melihat langsung keberadaan air sungai Cibeet. Kami akan melakukan koordinasi dengan atasan kita masing masing, dan tentunya koordinasi dengan dinas terkait untuk langkah-langkah selanjutnya,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Wawan Setiawan menegaskan bahwa timnya sudah turun ke lapangan. Pihaknya melakukan patroli untuk mencari sumber penyebab air menghitam dan berbau.
“Kita sudah terjunkan tiga tim patroli sejak minggu kemarin. Hanya memang mereka secara kasat mata masih belum mampu menunjukkan kaitan sumber air hitam tersebut,” kata Wawan.
Wawan mengatakan, pihaknya mengaku telah melaporkan persoalan itu ke Pemprov Jabar. Karena kewenangan penindakan ada di provinsi.
“Sudah kita koordinasi dengan pihak provinsi. Dari provinsi minta nanti ke sana cek lapangan bareng dengan mereka,” ujarnya.
Selain itu, Wawan juga menegaskan sudah menginstruksikan jajarannya melakukan uji sampel air, terutama di area outfall industri. Hal itu untuk memastikan sejauh mana tingkat pencemarannya.
“Tapi kami juga ambil airnya buat kami lakukan penelitian dan pengecekan tingkat pencemarannya,” katanya. (*)
You may like

Bupati : CSR Perusahaan Karawang Capai Rp 58 Miliar

Karawang Raih CNN Indonesia Award 2026

Tiga Pelajar Terluka dalam Insiden di Jembatan Layang Cikampek, Polsek Cikampek Lakukan Penyelidikan

Cemburu Buta, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar hingga Tewas di Kontrakan

Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa

Lewat Pasporia, Imigrasi Karawang Buka Layanan Paspor di Akhir Pekan
Pos-pos Terbaru
- Bupati : CSR Perusahaan Karawang Capai Rp 58 Miliar
- Karawang Raih CNN Indonesia Award 2026
- Tiga Pelajar Terluka dalam Insiden di Jembatan Layang Cikampek, Polsek Cikampek Lakukan Penyelidikan
- Cemburu Buta, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar hingga Tewas di Kontrakan
- Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa







