Regional
Pemprov Jabar Ajukan Pemindahan Aset ke Pemkab Karawang Terkait Pengembangan Candi Batujaya
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen melestarikan situs-situs purbakala di kabupaten dan kota untuk kepentingan arkeologi, ilmu sejarah, maupun pariwisata.
Salah satu upaya yang saat ini dilakukan adalah memindahkan kuasa aset situs kompleks Candi Batu Jaya dari Pemkab Karawang ke Pemprov Jabar.
Pemprov Jabar sendiri telah mengajukan permohonan pemindahan kuasa asetnya ke Pemda Kabupaten Karawang.
Wakil Gubernur Jabar Ruzhanul Ulum mengatakan, dengan pengambilalihan aset tersebut, Pemprov Jabar akan lebih leluasa dalam mengembangkan dan melestarikan situs-situs purbakala di Batu Jaya.
“Ini tanah milik desa, dikasihkan (dulu) kepada kami,” ujar Uu Ruzhanul Ulum pada peringatan Hari Purbakala Nasional ke-110 Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Candi Blandongan, Kompleks Candi Batu Jaya, Desa Segaran, Kabupaten Karawang, Rabu (14/6/2023).
Sebelumnya, Pemprov Jabar telah memiliki kajian ilmiah candi-candi di Batujaya. Setelah kuasa aset dialihkan, maka Pemdaprov akan melakukan kajian lagi untuk pengembangan selanjutnya seperti penambahan sarana dan prasarana di lokasi situs purbakala.
Termasuk akses jalan menuju kompleks situs yang saat ini dirasa masih terlalu sempit sehingga tidak memadai bagi pengunjung baik ilmuwan, mahasiswa, maupun wisatawan.
Karena itu, kata Uu, perlu ada partisipasi masyarakat sekitar situs, misalnya dengan mempermudah pembebasan lahan untuk keperluan candi. Sebab jika situs purbakala Batu Jaya berkembang, maka benefit sosial ekonomi akan balik lagi ke masyarakat.
“Insya Allah gayung bersambut,” ungkap Uu.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana melaporkan, hasil konservasinya dengan beberapa ahli sejarah menyebutkan bahwa Candi Jiwa dan Candi Blandongan yang menjadi subjek utama kompleks Candi Batu Jaya, ternyata berusia jauh lebih tua daripada Candi Borobudur di Yogyakarta.
Untuk itu, Cellica menekankan pentingnya pemeliharaan situs Batu Jaya. “Tentunya ini harus mendapat perhatian khusus,” kata Cellica.
Terutama saat Hari Raya Waisak, Kabupaten Karawang selalu menjadi pusat peringatan Waisak bagi umat Buddha di Jabar.
“Sudah lima tahun berturut-turut perayaan Waisak tingkat Jabar ada di Karawang,” pungkasnya. (*)

You may like

Didik Generasi Muda, Lapas Karawang Ajak Siswa SD IT Al Mumtaaz Belajar Bertani dan Beternak

Komisi II DPRD Karawang Minta Pengelolaan Pasar Telagasari Dikembalikan ke Desa dan Dimusyawarahkan dengan Pedagang

Bupati Karawang Lantik 2.251 Anggota BPD, Minta Perketat Pengawasan Anggaran Desa

Prakasa 1 Berikan Apresiasi Kepada Mitra Finco Dan Karyawan Di Gala Dinner

NasDem Gelar ‘Run for Change 2026’ di Karawang, Kategori 5K dan 10K Gratis!

Dies Natalis ke-12, Rektor dan Jajaran Unsika Ziarah ke Makam Raden Adipati Singaperbangsa
Pos-pos Terbaru
- Didik Generasi Muda, Lapas Karawang Ajak Siswa SD IT Al Mumtaaz Belajar Bertani dan Beternak
- Sharp Perluas Party Speaker, Hadirkan Phantom Series dan Core Blast Series untuk Beragam Gaya Hidup Konsumen
- Komisi II DPRD Karawang Minta Pengelolaan Pasar Telagasari Dikembalikan ke Desa dan Dimusyawarahkan dengan Pedagang
- Bupati Karawang Lantik 2.251 Anggota BPD, Minta Perketat Pengawasan Anggaran Desa
- Prakasa 1 Berikan Apresiasi Kepada Mitra Finco Dan Karyawan Di Gala Dinner







